Warga Harapkan Fakhruddin Perjuangkan Peningkatan Jalan dan Bantuan Sound Sistem

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA – Warga memanfaatkan Reses III Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Fakhruddin, untuk menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan. Mulai dari peningkatan infrastruktur jalan hingga bantuan sound sistem masjid. Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan reses yang berlangsung di Yellow Villa, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Sabtu (6/6/2026) malam.

Kegiatan tersebut, dipandu oleh Bendahara DPD NasDem Kabupaten Sumbawa, Junaidi, S.AP., M.M.Inov. Dalam kegiatan itu, sejumlah perwakilan warga menyampaikan kebutuhan yang dinilai mendesak, untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan masyarakat.

Salah satunya disampaikan Heri Jauhari yang meminta kelanjutan pembangunan jalan paving blok di Gang Yellow Villa, Kelurahan Seketeng. Menurutnya, pembangunan jalan tersebut masih perlu dilanjutkan, agar akses masyarakat menjadi lebih baik dan nyaman digunakan. Warga berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti melalui program pembangunan daerah.

Aspirasi serupa juga datang dari Jasman Marjoko yang mewakili warga Kecamatan Moyo Hilir. Ia menyoroti kondisi Jalan Lintas Moyo-Ulu Air yang merupakan jalan provinsi. Meski beberapa titik telah dilakukan penambalan, kerusakan kembali terjadi karena tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas di jalur tersebut.

“Jalan itu sudah ditambal, tetapi rusak lagi karena sering dilalui kendaraan besar. Kami berharap ada peningkatan kualitas jalan sehingga lebih tahan dan nyaman digunakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Raudathul Jannah menyampaikan kebutuhan masyarakat terkait fasilitas ibadah. Ia menjelaskan bahwa masjid yang berada di kawasan tersebut mengalami keterbatasan pada sistem pengeras suara sehingga suara azan belum dapat terdengar secara merata oleh warga.

Karena itu, masyarakat berharap adanya bantuan sound sistem agar syiar dan panggilan salat dapat didengar lebih luas oleh masyarakat sekitar.

Aspirasi lainnya datang dari warga Bukit Pamanto, Kelurahan Seketeng. Mereka mengaku telah memiliki kesepakatan atau MoU pada tahun 2026 terkait rencana pembangunan jalan lingkungan di kawasan tersebut. Warga berharap Partai NasDem dapat membantu merealisasikan pembangunan gang yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Selain pembangunan jalan, warga juga mengharapkan bantuan terop dan kursi untuk mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Selama ini, masyarakat mengaku sering mengalami kesulitan saat menyelenggarakan kegiatan bersama, termasuk kegiatan kedukaan dan pemakaman.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bendahara DPD NasDem Kabupaten Sumbawa, Junaidi, S.AP., M.M.Inov, menjelaskan bahwa sejumlah usulan sebenarnya telah diperjuangkan dan masuk dalam pembahasan program pembangunan daerah.

Untuk pembangunan jalan di Gang Yellow Villa, kata dia, usulan penyambungan paving blok telah diajukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Usulan tersebut sebelumnya juga telah disampaikan kepada almarhum H. Asaat Abdullah saat masih menjabat sebagai Anggota DPRD NTB pada tahun 2024.
Namun, setelah almarhum meninggal dunia, anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) yang direncanakan, tidak dapat dilanjutkan pada tahun 2025.

“Untuk jalan Gang Yellow Villa sudah diusulkan kembali melalui APBD agar dapat dilanjutkan,” katanya.

Terkait Jalan Lintas Moyo-Ulu Air, Junaidi mengatakan persoalan tersebut telah menjadi pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, termasuk dengan Bupati Sumbawa, untuk dapat segera dikerjakan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran yang tersedia.

Sedangkan untuk kebutuhan sound sistem masjid, Junaidi memastikan bantuan akan diberikan secara pribadi olehnya bersama Fakhruddin. Hal itu sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat.

Adapun usulan pembangunan jalan lingkungan di Bukit Pamanto, menurutnya, telah direncanakan untuk diajukan melalui APBD Perubahan Tahun 2026. Bahkan, apabila belum tuntas, usulan lanjutan akan kembali diperjuangkan pada tahun anggaran berikutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi IV DPRD NTB, Fakhruddin, menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan sarana penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Karena itu, ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan forum tersebut sebaik mungkin untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

Menurutnya, melalui reses, berbagai masalah yang berkembang di tengah masyarakat dapat dievaluasi sekaligus dicarikan solusi sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah.

Ia mencontohkan persoalan sosial, pertanian, hingga kondisi infrastruktur jalan yang rusak atau belum maksimal dapat disampaikan kepada pihaknya agar menjadi bahan perjuangan di DPRD NTB.

“Saya ingin mendengar banyak masukan dari bapak ibu untuk kita musyawarahkan dan akan ditangani sesuai anggaran yang ada,” ujarnya.

Fakhruddin menilai kehadiran masyarakat dalam kegiatan reses sangat penting karena memungkinkan terjadinya dialog langsung antara wakil rakyat dan konstituennya. Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan dapat dipetakan dan diupayakan penyelesaiannya, baik melalui APBD murni maupun APBD Perubahan.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya bukan pemberi bantuan, melainkan wakil rakyat yang diberi mandat oleh masyarakat untuk memperjuangkan kebutuhan dan kepentingan publik melalui mekanisme pemerintahan yang berlaku.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan aspirasi dan kebutuhan yang dianggap penting bagi lingkungan masing-masing. Menurutnya, seluruh program yang diperjuangkan anggota dewan harus berangkat dari hasil serapan aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses.

“Apa yang diamanatkan masyarakat akan kami kelola dan perjuangkan dengan baik demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts