Pembenahan Jalan Sultan Kaharuddin Ditarget Empat Bulan

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA– Penanganan pemeliharaan ruas Jalan Sultan Muhammad Kaharuddin di Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, mulai dilaksanakan. Pekerjaan pada ruas jalan sepanjang sekitar 500 meter tersebut ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan, sebagai upaya mengatasi persoalan genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, yang diwawancarai seusai meninjau lokasi mendampingi Bupati Sumbawa, Senin (27/7/2026), mengatakan percepatan pelaksanaan pekerjaan hahrus dilakukan. Agar proses pembenahan dapat diselesaikan sebelum puncak musim penghujan.

Menurutnya, berdasarkan kondisi yang terjadi setiap tahun, kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang sering tergenang saat curah hujan tinggi, terutama pada November hingga Desember. Karena itu, penyelesaian pekerjaan sebelum musim hujan menjadi prioritas, agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

“Diupayakan pelaksanaannya bisa tuntas dalam empat bulan. November hingga Desember biasanya sudah mulai memasuki musim penghujan, sementara lokasi ini sering tergenang,” ujar Suharmaji.

Dalam pekerjaan tersebut, badan jalan akan ditinggikan hingga sekitar 80 sentimeter. Penanganan dimulai dari depan RSUD Sumbawa di Dusun Sering, Desa Kerato, hingga tanjakan Simpang Kerato. Selain peninggian badan jalan, pemerintah juga membangun saluran drainase menggunakan beton u-ditch yang akan disambungkan ke kawasan Pamanto Daeng, Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa.

Suharmaji menjelaskan, pembangunan saluran tersebut merupakan solusi penanganan jangka pendek, untuk mempercepat aliran air dari kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan.

Sementara untuk penanganan jangka panjang, pemerintah telah menyiapkan desain pembangunan saluran drainase yang membentang dari depan RSUD Sumbawa hingga Sungai Brang Bara. Program tersebut nantinya akan dikerjakan melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mengingat, status Jalan Sultan Muhammad Kaharuddin merupakan jalan provinsi.

“Ini sudah masuk dalam desain. Nanti kita bekerja sama dengan pihak provinsi karena itu jalan provinsi,” katanya.

Selain pembenahan drainase, pemerintah juga merencanakan pembangunan dua lajur pada ruas jalan tersebut. Pohon-pohon yang saat ini berada di sisi jalan akan tetap dipertahankan dan difungsikan sebagai median jalan. Sehingga, penataan kawasan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Untuk konstruksi jalan, pemerintah memilih menggunakan perkerasan aspal dibandingkan beton kaku (rigid pavement). Pertimbangan tersebut diambil, karena biaya pembangunan aspal lebih efisien. Sementara penggunaan beton dinilai membutuhkan anggaran yang lebih besar. Disamping itu, permukaan beton juga dinilai dapat mempercepat keausan ban kendaraan yang melintas.

“Kalau menggunakan beton rigid memang lebih bagus, tetapi biayanya lebih mahal. Selain itu, ban kendaraan juga lebih cepat aus,” jelasnya.

Seiring dimulainya pekerjaan, pemerintah mengimbau masyarakat agar memanfaatkan jalur alternatif selama proses konstruksi berlangsung. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan.

“Kami harapkan para pengguna jalan bersabar sebentar dan menggunakan jalur alternatif agar pelaksanaan pekerjaan tidak terganggu,” pungkas Suharmaji. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts