Tujuh Wamen Dukung Percepatan KEK Samota

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA– Upaya pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Saleh, Moyo, dan Tambora (Samota) mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Setelah melakukan ekspose dan meninjau langsung kondisi di lapangan, tujuh wakil menteri bersama dua pejabat setingkat direktur berkomitmen mempercepat realisasi KEK Samota sebagai kawasan ekonomi baru di Indonesia Timur.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, mengatakan komitmen tersebut menjadi sinyal positif bagi percepatan pengembangan KEK Samota. Menurutnya, pemerintah pusat melihat kawasan Samota memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan kawasan strategis nasional lainnya.

“Hasil ekspose dan peninjauan lapangan menunjukkan tujuh wakil menteri berkomitmen mempercepat realisasi KEK Samota,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Meski demikian, pemerintah pusat meminta Pemerintah Kabupaten Sumbawa segera melengkapi seluruh dokumen yang menjadi syarat pengusulan kawasan ekonomi khusus. Dokumen tersebut akan menjadi dasar pembahasan lebih lanjut sebelum pengajuan diproses pada tingkat yang lebih tinggi.

Suharmaji menjelaskan, Pemkab Sumbawa telah memaparkan sedikitnya 10 potensi unggulan yang dimiliki kawasan Saleh, Moyo, dan Tambora. Berbagai potensi tersebut diyakini mampu mendorong lahirnya kawasan ekonomi baru apabila dikembangkan secara terpadu.

Menurutnya, salah satu konsep yang didorong pemerintah pusat adalah terciptanya konektivitas antarkawasan ekonomi, khususnya antara KEK Samota dengan KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.

“Yang paling penting adalah bagaimana nantinya terjadi sirkulasi dengan KEK Mandalika dan Labuan Bajo. Kalau potensi-potensi ini digarap bersama, Samota akan menjadi kawasan ekonomi baru di Indonesia Timur,” katanya.

Ia menegaskan, Samota memiliki keunggulan yang sulit ditemukan di daerah lain. Keberadaan hiu paus di Teluk Saleh menjadi salah satu daya tarik utama yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata kelas dunia. Selain itu, Pulau Moyo yang telah dikenal secara internasional turut memperkuat daya saing kawasan tersebut.

Tidak hanya sektor pariwisata, kawasan Samota juga memiliki potensi besar pada sektor perikanan, pertanian, dan peternakan yang dapat menjadi penopang utama aktivitas ekonomi di masa mendatang.

Saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan, mulai dari inventarisasi seluruh potensi daerah, penghitungan data sektor perikanan, pertanian, peternakan, hingga perkembangan sektor pariwisata dalam beberapa tahun terakhir. Kesiapan infrastruktur transportasi darat, laut, dan udara juga menjadi bagian dari dokumen yang sedang disusun.

“Itu dokumen yang kita siapkan,” ujar Suharmaji.

Dalam waktu dekat, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dijadwalkan mengundang Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk membahas lebih lanjut dokumen yang harus dilengkapi, termasuk penyusunan master plan, dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), hingga skema kerja sama dengan pihak ketiga.

“Mudah-mudahan dalam minggu ini kita akan diundang oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau Kepala BKPM,” katanya.

Ia mengungkapkan, Direktur Jasa dan Kewilayahan Kementerian Investasi dan Hilirisasi sebelumnya juga telah melakukan pembahasan intensif terkait kelengkapan dokumen tersebut. Seluruh persyaratan nantinya akan dibahas kembali pada rapat di tingkat pemerintah pusat.

Disisi lain, proses persiapan pengusulan KEK Samota masih berada pada tahap awal. Suharmaji menyebutkan, jika diukur secara keseluruhan, tingkat kesiapan saat ini baru sekitar 10 persen karena pemerintah daerah masih fokus melakukan inventarisasi potensi sebagai dasar penyusunan dokumen pengajuan.

Ia optimistis, dukungan pemerintah pusat akan mempercepat proses tersebut. Terlebih, Samota telah didukung infrastruktur jalan yang memadai serta memiliki berbagai daya tarik unggulan, seperti Pulau Moyo, wisata hiu paus di Teluk Saleh, dan menjadi salah satu lokasi persinggahan Yacht Rally dalam rangkaian Sail Indonesia. Tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat ke kawasan tersebut juga dinilai menjadi modal penting bagi pengembangan KEK Samota. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts