Dua SPPG Berhenti, Ribuan Siswa Terdampak

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA— Ribuan siswa di Kabupaten Sumbawa diperkirakan terdampak, akibat berhentinya operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penghentian layanan tersebut diduga terjadi, karena belum adanya transfer dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Anggota Satgas MBG Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi, mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi maupun surat pemberitahuan dari BGN terkait tidak beroperasinya dua SPPG tersebut.

Menurutnya, Satgas MBG di daerah masih menunggu penjelasan resmi mengenai penyebab penghentian operasional. Barulah menentukan langkah yang akan ditempuh, untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Belum ada surat secara resmi ke pemda,” ujar Rusmayadi, Kamis (11/6/2026).

Ia mengatakan, pihaknya belum memperoleh data rinci mengenai jumlah penerima manfaat yang terdampak. Namun, berhentinya operasional dua SPPG tersebut, dipastikan memengaruhi pelayanan kepada siswa yang selama ini menjadi sasaran program MBG.

Rusmayadi memperkirakan jumlah penerima manfaat yang terdampak mencapai ribuan orang. Pasalnya, setiap SPPG melayani lebih dari seribu penerima manfaat. Sehingga, ketika dua unit tidak beroperasi, dampaknya akan dirasakan oleh banyak siswa.

“Kalau penerima manfaatnya diatas seribu, ada dua SPPG yang tidak beroperasi, pasti penerimanya yang ribuan itu terkendala,” katanya.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik. Terhentinya distribusi layanan dikhawatirkan berpengaruh terhadap siswa yang selama ini mengandalkan program tersebut.

Karena itu, Rusmayadi berharap BGN segera memberikan kejelasan sekaligus solusi agar operasional SPPG dapat kembali berjalan normal. Jika persoalan yang dihadapi berkaitan dengan realisasi anggaran, ia meminta agar proses pencairan dana dapat segera diselesaikan sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu lebih lama.

Menurutnya, keterlambatan penanganan persoalan tersebut akan berdampak langsung terhadap penerima manfaat, terutama siswa yang menjadi sasaran utama program MBG di Kabupaten Sumbawa.

“Kasihan masyarakat yang belum menerima manfaat,” ujarnya. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts