Lokasi Cetak Sawah Baru Tunggu Hasil Survei

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA — Pemerintah Kabupaten Sumbawa masih menunggu hasil survei untuk memastikan lokasi yang akan digunakan dalam program pencetakan sawah baru. Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa telah mengusulkan lahan sekitar 3.200 hektare, namun hingga kini belum menerima informasi final mengenai hasil peninjauan lapangan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si., mengatakan tim survei dari Universitas Padjadjaran (Unpad) masih melakukan tahapan peninjauan terhadap lokasi yang diusulkan. Tim tersebut juga dijadwalkan kembali turun ke lapangan untuk melihat kondisi lahan secara langsung.

“Tim akan turun lagi untuk melihat lokasi. Yang 3.200 hektare yang kami usulkan belum ada informasi,” kata Rusmawati, Kamis (20/8/2026).

Menurut dia, Dinas Pertanian masih menunggu hasil survei sebelum memperoleh kepastian mengenai lokasi yang dapat masuk dalam program pencetakan sawah baru. Tim dari Unpad dalam waktu dekat diharapkan menyampaikan hasil penilaian terhadap lahan yang telah diusulkan pemerintah daerah.

Rusmawati menjelaskan, pemerintah daerah mengarahkan agar lokasi yang nantinya ditetapkan memiliki sumber air permukaan. Ketersediaan air menjadi salah satu pertimbangan penting karena akan menentukan kemampuan petani mengelola lahan setelah proses pencetakan sawah selesai.

“Kami utamakan lokasi-lokasi yang memang tersedia air permukaan,” ujarnya.

Dinas Pertanian tidak hanya melihat luas lahan dalam proses pengusulan tersebut. Kondisi lahan dan ketersediaan sumber air juga menjadi perhatian agar sawah yang nantinya dicetak dapat langsung dimanfaatkan petani.

Rusmawati berharap petani dapat mengoptimalkan sumber air yang tersedia secara swadaya. Terutama pada lokasi yang memiliki akses terhadap sungai atau sumber air permukaan lainnya, petani dapat menggunakan alat dan mesin pertanian untuk mengangkat air menuju lahan.

Ia mengatakan pencetakan sawah baru pada tahap awal belum serta-merta disertai seluruh fasilitas pendukung pengairan. Karena itu, petani perlu memanfaatkan kondisi alam, terutama saat musim hujan, agar lahan yang telah dicetak dapat segera ditanami.

“Harapan kami, pada saat dicetak, tentunya ada hujan juga. Pada saat musim hujan mereka sudah bisa tanam,” katanya.

Namun, Dinas Pertanian juga mengantisipasi lokasi yang memiliki curah hujan terbatas. Petani di lokasi tersebut dapat memanfaatkan air sungai dengan melakukan upaya secara swadaya, termasuk menyediakan alat dan mesin untuk mengalirkan air ke lahan.

Pemerintah daerah, kata Rusmawati, dapat memberikan dukungan lanjutan terhadap lahan yang telah dicetak dan menunjukkan hasil produksi yang baik. Dinas Pertanian dapat mengusulkan lahan tersebut ke dalam program bantuan berikutnya, salah satunya program irigasi perpompaan.

Melalui program tersebut, petani dapat memperoleh dukungan mesin pompa berkapasitas lebih besar, pipa penyalur air, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya. Bantuan itu dapat memperkuat sistem pengairan pada lahan sawah yang sebelumnya telah dicetak.

“Untuk tahun-tahun berikutnya, kalau yang sudah dicetak hasilnya sudah lumayan bagus dan hanya perlu suntikan bantuan, bisa kita masukkan lagi program seperti irigasi perpompaan,” ujar Rusmawati.

Meski demikian, Dinas Pertanian belum dapat memastikan kapan seluruh proses survei selesai. Rusmawati mengatakan tim survei bekerja berdasarkan kontrak dengan pemerintah pusat sehingga jadwal pelaksanaan survei tidak berada di bawah kewenangan Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa.

“Belum tahu sampai kapan proses survei, karena tim survei berkontrak di pusat, bukan di kami. Kami hanya penerima manfaat,” katanya.

Pihaknya kini masih menunggu hasil survei tersebut untuk mengetahui lokasi yang dinilai memenuhi persyaratan pencetakan sawah baru. Diharapkan, proses survei dapat segera rampung, sehingga program pencetakan sawah baru dapat berjalan tahun ini. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts