Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA— Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi meluncurkan Program Kartu Sumbawa Pintar (KSP) sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah. Pada tahap awal, sebanyak 459 mahasiswa dari enam perguruan tinggi ditetapkan sebagai penerima manfaat beasiswa melalui program tersebut.
Peluncuran KSP dilakukan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Senin (20/7/2026). Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia sekaligus memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menegaskan bahwa Kartu Sumbawa Pintar bukan sekadar kartu identitas penerima beasiswa, melainkan simbol komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan.
“Bagi saya, hari ini bukan sekadar peluncuran sebuah kartu. Yang kita luncurkan adalah sebuah ikhtiar dan komitmen pemerintah daerah agar anak-anak Sumbawa tidak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya.
MMenurut Bupati, kekayaan terbesar Kabupaten Sumbawa bukan hanya potensi sumber daya alam yang dimiliki, tetapi kualitas manusianya. Karena itu, pembangunan sumber daya manusia ditempatkan sebagai prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk mewujudkan visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.
Ia menilai pendidikan menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang unggul, berdaya saing, dan mampu membawa daerah menuju kemajuan. Tanpa pendidikan yang berkualitas, pembangunan tidak akan menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten.
Pada tahap awal pelaksanaan program, sebanyak 459 mahasiswa menerima manfaat Kartu Sumbawa Pintar. Rinciannya, 101 mahasiswa Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM), 40 mahasiswa STAIS, 12 mahasiswa STIKES, 78 mahasiswa Universitas Samawa, 213 mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), dan 15 mahasiswa Universitas Mataram.
Bupati mengakui jumlah penerima tersebut belum mampu menjangkau seluruh mahasiswa yang membutuhkan. Namun, menurutnya, peluncuran KSP merupakan langkah awal yang akan terus disempurnakan seiring dengan peningkatan kapasitas anggaran daerah.
“Keberpihakan pemerintah sudah dimulai. Sistemnya telah dibangun dan akan terus kita sempurnakan agar semakin banyak mahasiswa yang dapat merasakan manfaat program ini,” katanya.
Bupati juga meluruskan anggapan masyarakat mengenai fungsi Kartu Sumbawa Pintar. Ia menegaskan, kartu tersebut bukan kartu ATM ataupun alat transaksi keuangan, melainkan identitas resmi penerima beasiswa Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang berfungsi mempermudah pendataan serta meningkatkan tata kelola penyaluran beasiswa agar lebih tertib, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Selain meluncurkan KSP, Pemerintah Kabupaten Sumbawa tetap melanjutkan dukungan pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa. Khusus mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp7,2 juta per semester untuk program sarjana reguler, Rp9,4 juta per semester bagi program sarjana paralel, dan Rp12 juta per semester untuk program magister.
Kepada seluruh penerima beasiswa, Bupati berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan prestasi akademik dan membangun karakter.
“Ini bukan hadiah, tetapi amanah. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, tingkatkan prestasi, bangun karakter, serta kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Tau Samawa yang menjadi jati diri kita,” pesannya.
Ia berharap para penerima beasiswa kelak kembali mengabdi di Kabupaten Sumbawa sebagai tenaga profesional, seperti dokter, guru, insinyur, wirausahawan, maupun pemimpin yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan kabar menggembirakan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Menindaklanjuti kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI beberapa hari lalu, pemerintah pusat berkomitmen menambah program revitalisasi sekolah sehingga semakin banyak satuan pendidikan memperoleh peningkatan sarana dan prasarana.
Selain itu, Program Sekolah Terintegrasi yang menjadi salah satu program strategis nasional dipastikan akan dibangun di Kabupaten Sumbawa. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan di Desa Kerkeh yang akan menjadi lokasi pembangunan sekolah tersebut.
Menurut Bupati, perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di Kabupaten Sumbawa merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perguruan tinggi, dunia usaha, orang tua, hingga masyarakat, untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas demi melahirkan generasi Sumbawa yang unggul dan berdaya saing. (DS/02)

