Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Progres pembangunan sarana dan prasarana Kawasan Nelayan Modern Plus (KNMP) di Desa Labuhan Sangoro, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi fisik proyek yang dibiayai pemerintah pusat melalui Program KNMP Tahap II Tahun 2025/2026 tersebut telah mencapai 64,04 persen.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap, H. Burhanuddin, S.Pi, mengatakan pembangunan yang menyerap anggaran sebesar Rp11,1 miliar itu berjalan sesuai rencana dan masih berada dalam koridor target yang telah ditetapkan.
Menurutnya, proyek strategis yang menggunakan skema tahun jamak (multiyears) tersebut mulai dikerjakan sejak 19 Desember 2025 dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender. Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT Tolping Jaya.
“Hingga saat ini progres pekerjaan fisik mencapai 64,04 persen dan pelaksanaannya berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan,” ujar H. Burhanuddin dalam keterangan persnya, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan KNMP Tahap II mencakup berbagai fasilitas pendukung yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan. Sejumlah sarana yang dibangun meliputi dinding penahan tanah, shelter pendaratan ikan, gudang beku portabel, pabrik es portabel, area parkir, shelter penyimpanan cool box, kios pembekalan, bengkel nelayan, kantor pengelola, toilet umum, tangki air dan sumur bor, serta sistem penerangan kawasan.
Selain itu, proyek juga mencakup pembangunan tempat pembuangan sampah, jalan lingkungan dan saluran drainase, gapura kawasan, pos jaga, pagar kawasan, balai pertemuan nelayan, pusat pemasaran ikan, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berbasis bioteknologi.
Menurut H. Burhanuddin, sebagian besar pekerjaan fisik telah selesai dikerjakan, sementara sejumlah item lainnya masih dalam tahap penyelesaian. Seluruh pekerjaan terus dipacu agar dapat rampung sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Ia menambahkan, pelaksanaan proyek saat ini didukung ketersediaan tenaga kerja, peralatan, dan material yang telah berada di lokasi pekerjaan. Selain itu, kontraktor juga menerapkan langkah-langkah percepatan dengan menambah jam kerja dan mengoptimalkan pekerjaan pada malam hari.
“Pekerjaan masih memiliki waktu sekitar 50 hari ke depan. Dengan dukungan sumber daya yang tersedia dan kondisi lapangan yang terus dipantau, kami optimistis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tetap menjadi perhatian utama. Pelaksana proyek juga terus mengantisipasi berbagai faktor yang berpotensi menghambat pekerjaan, termasuk kondisi cuaca yang dapat memengaruhi proses konstruksi di lapangan.
Keberadaan KNMP Labuhan Sangoro diharapkan menjadi salah satu pusat aktivitas perikanan yang mampu mendukung peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Dengan tersedianya fasilitas penunjang yang lebih modern dan terintegrasi, kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai usaha perikanan tangkap, mulai dari proses pendaratan, penyimpanan, pengolahan hingga pemasaran hasil perikanan.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap pembangunan KNMP dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. (DS/02)

