Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa, mulai mempersiapkan tenaga kerja lokal menghadapi masuknya berbagai sektor industri besar di daerah, terutama industri pertambangan. Langkah utama yang dilakukan adalah, peningkatan keterampilan sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan dan kerja sama pendidikan vokasi.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, menegaskan pemerintah daerah tidak ingin masyarakat lokal hanya menjadi penonton ketika investasi dan industri mulai beroperasi di Sumbawa. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi fokus utama sejak dini.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa memaksakan perusahaan menerima tenaga kerja lokal apabila masyarakat belum memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Karena itu yang pertama kita lakukan sekarang adalah peningkatan skill tenaga-tenaga Sumbawa melalui proses pelatihan BLK,” ujar Bupati, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, pada periode pelatihan sebelumnya, sekitar 90 peserta telah mengikuti berbagai program peningkatan keterampilan. Pelatihan tersebut meliputi mekanik, elektrik, operator alat berat, mekanik alat berat, welder, tata boga hingga keterampilan barista kopi.
Program tersebut disiapkan agar generasi muda Sumbawa memiliki kemampuan yang dibutuhkan ketika industri mulai berkembang, baik sektor pertambangan, industri garam maupun industri unggas.
“Yang penting sekarang kita siapkan skill-nya dulu sehingga ketika industri masuk, tenaga kerja Sumbawa sudah siap dan sesuai dengan kebutuhan industri,” katanya.
Bupati juga menegaskan bahwa regulasi sebenarnya telah mengatur kewajiban perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal di wilayah operasionalnya. Namun, pemerintah daerah tetap harus memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi dan daya saing.
Ia tidak ingin menetapkan batasan persentase tertentu terkait serapan tenaga kerja lokal. Karena menurutnya peluang tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan SDM yang tersedia.
“Kalau nanti yang siap 70 persen dan bisa ditampung, kenapa harus dibatasi. Yang penting kita siapkan tenaga lokal yang kompeten,” tegasnya.
Untuk memperkuat kualitas SDM, Pemkab Sumbawa juga menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk PT Amman Mineral Nusa Tenggara atau AMNT dan UT School. Kerja sama tersebut dilakukan melalui program pelatihan, hingga pengiriman peserta pendidikan ke sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan, sebagian peserta nantinya diproyeksikan memperoleh sertifikasi keterampilan bertaraf internasional.
Bupati mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah. Agar masyarakat lokal benar-benar siap menghadapi perkembangan industri di Sumbawa.
“Kita tidak mau industri sudah operasi baru masyarakat dilatih. Pelatihan sudah mulai kita lakukan sejak tahun 2025 dan akan terus dikembangkan,” ujarnya.
Selain pelatihan, Pemkab Sumbawa bersama PT AMNT juga mulai membuka peluang beasiswa keterampilan bagi masyarakat. Program tersebut bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan dan pelatihan di Jakarta, Magelang, serta beberapa daerah lainnya di Indonesia.
Bupati berharap, upaya peningkatan kualitas tenaga kerja lokal itu mampu memperbesar peluang masyarakat Sumbawa. Sehingga menjadi bagian utama dalam perkembangan industri di daerah sendiri. (DS/02)

