Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA– Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumbawa semakin mendekati tahap realisasi. Lokasi yang diusulkan pemerintah daerah di Kecamatan Labuhan Badas dinilai memenuhi berbagai persyaratan teknis dan memiliki posisi yang sangat strategis untuk mendukung pengembangan fasilitas pendidikan tersebut.
Kepastian itu mengemuka setelah Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Provinsi Nusa Tenggara Barat dan jajaran melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang diusulkan, Jumat (5/6/2026).
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi lapangan yang dilakukan sebelum pembangunan dimulai. Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama pihak terkait turun langsung untuk memastikan kesiapan lahan serta kesesuaian lokasi dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat.
Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot, menjelaskan bahwa hasil pengecekan menunjukkan lokasi yang diusulkan memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi nilai tambah dalam mendukung pembangunan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, kawasan tersebut berada tidak jauh dari pusat Kota Sumbawa Besar, memiliki akses yang dekat dengan pelabuhan, didukung kondisi lahan yang relatif datar, serta berada di jalur strategis karena berbatasan langsung dengan jalan nasional.
“Alhamdulillah, lokasi ini dinilai sangat strategis. Dekat dengan kota, dekat pelabuhan, lahannya datar, dan langsung berhadapan dengan jalan nasional. Ini menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam mendukung pembangunan Sekolah Rakyat,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, aksesibilitas menjadi salah satu faktor penting dalam penentuan lokasi karena akan memudahkan mobilitas siswa, tenaga pendidik, maupun masyarakat yang nantinya memanfaatkan fasilitas pendidikan tersebut.
Selain itu, kondisi lahan yang relatif datar dinilai akan mempermudah proses pembangunan infrastruktur sekolah sehingga dapat menghemat waktu dan biaya konstruksi.
Jarot mengungkapkan bahwa kunjungan tim dari pemerintah pusat dan satuan kerja terkait merupakan tahapan verifikasi terakhir sebelum proyek pembangunan dilaksanakan. Apabila seluruh persyaratan administrasi dan teknis telah dinyatakan lengkap, pembangunan dapat segera memasuki tahap berikutnya.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa sendiri telah menyiapkan lahan seluas sekitar 15 hektare untuk mendukung program tersebut. Dengan luas lahan yang tersedia, Sekolah Rakyat dirancang menjadi kawasan pendidikan yang mampu menampung hingga 3.000 siswa.
Menurut Jarot, kapasitas tersebut akan memberikan peluang yang lebih besar bagi masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Lahan yang disiapkan cukup luas sehingga memungkinkan pengembangan fasilitas pendidikan secara optimal sesuai kebutuhan program,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah pusat yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 100 Sekolah Rakyat setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia.
Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu daerah yang mengajukan usulan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Pemerintah daerah menilai kehadiran Sekolah Rakyat akan menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sektor pendidikan. Selain memperluas akses belajar bagi masyarakat, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki daya saing dan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya mempercepat seluruh tahapan yang diperlukan agar pembangunan dapat segera dimulai.
Jarot berharap proses pembangunan berjalan lancar dan dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam waktu yang tidak terlalu lama.
“Semoga pembangunan ini dapat segera terlaksana dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa, terutama dalam membuka kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak kita,” pungkasnya. (DS/02)

