Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA– Progres fisik Program Air Minum dan Sanitasi (AmSan) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Sumbawa telah melampaui 25 persen hingga Juli 2026. Program senilai lebih dari Rp8 miliar tersebut dilaksanakan di 10 desa dengan melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai pelaksana.
Kepala Bidang Air Minum dan Sanitasi (AmSan) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa, Abdul Azis, ST., M.Eng., Kamis (23/7), mengatakan pelaksanaan program sejauh ini berjalan sesuai rencana. Pekerjaan fisik dimulai sejak awal Juni 2026 setelah pencairan dana tahap pertama sebesar 25 persen.
Saat ini, kata Azis, proses pencairan dana tahap kedua sebesar 45 persen tengah berlangsung. Seluruh anggaran disalurkan langsung ke rekening KSM di masing-masing desa penerima manfaat untuk mendukung percepatan pelaksanaan pekerjaan.
“Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dan didampingi oleh tim fasilitator. Dengan progres yang telah dicapai, kami optimistis seluruh pekerjaan fisik dapat diselesaikan sesuai target pada Oktober 2026,” ujarnya.
Program tersebut difokuskan pada pembangunan dan peningkatan sarana air minum serta sanitasi. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembangunan jaringan distribusi air minum, sambungan rumah (SR), fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), hingga pembangunan bak penampungan (reservoir).
Azis menjelaskan, DAK bidang air minum dialokasikan untuk enam desa, yakni Desa Simu, Kecamatan Plampang; Desa Sampe, Kecamatan Rhee; Desa Kuki, Kecamatan Moyo Utara; Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu; Desa Ledang, Kecamatan Lenangguar; dan Desa Brangkolong, Kecamatan Plampang. Program tersebut menargetkan pembangunan 869 sambungan rumah dengan total anggaran sekitar Rp5,3 miliar.
Sementara itu, DAK bidang sanitasi dialokasikan untuk empat desa, yakni Desa Sukamulia, Kecamatan Labangka; Desa Tatede, Kecamatan Lopok; Desa Balebrang, Kecamatan Utan; dan Desa Jurumapin, Kecamatan Buer. Program ini menargetkan pembangunan 219 sambungan rumah dengan nilai anggaran sekitar Rp3,1 miliar.
Secara keseluruhan, program AmSan tahun ini menargetkan pembangunan 1.088 sambungan rumah di 10 desa penerima manfaat.
Menurut Azis, progres pekerjaan di lapangan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Setelah penyelesaian pekerjaan pada tahap pertama, pelaksanaan fisik akan dipercepat seiring pencairan dana tahap kedua. Selanjutnya, pencairan tahap ketiga sebesar 30 persen akan dilakukan setelah target pekerjaan terpenuhi.
“Kami optimistis progres fisik dapat mencapai 100 persen pada Oktober 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” katanya. (DS/02)

