PENYAKIT DEGENERATIF SEMAKIN MENGANCAM, BAGAIMANA MENYIASATINYA?

Oleh: dr.A.A.G.Kosala Putra

Dokter Pembina Madya RSUD Sumbawa Besar.

 

Motto: Ketika sakit, TUHANlah yang menyembuhkan. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

 

Secara umum bagi manusia usia paruh baya, sekitar limapuluhan itu adalah merupakan usia dimana satu persatu penyakit-penyakit ‘ DEGENERATIF “ akan datang mendera.

Adapun penyakit-penyakit Degeneratif itu adalah penyakit-penyakit yang diderita seiring dengan pertambahan usia seseorang.

Jadi semakin bertambah tua usia seseorang, maka semakin rentan terkena resiko penyakit-penyakit yang termasuk golongan penyakit Degeratif ini.

Secara epidemiologis, penyakit-penyakit Degeneratif ini bukanlah suatu penyakit menular.

Penyakit-penyakit Degeneratif ini disebabkan oleh terjadinya proses kemunduran fungsi sel-sel tubuh.

Penyakit-penyakit Degeneratif ini secara perlahan belakangan ini sudah menjadi “ MOMOK “ yang menakutkan.

Sebab penyakit-penyakit tersebut kini bukan saja menjadi penyakit “ langganan “ para orang-orang tua atau usia lanjut saja, tetapi juga sudah mulai banyak menyerang kalangan yang sebetulnya belum pantas terserang, yaitu kalangan muda usia.

Bahkan belakangan ini sudah sangat lazim kita dengar teman atau kerabat kita yang relatif masih muda meninggal dunia secara mendadak yang konon karena terkena serangan jantung atau stroke, yang dulu hanya bisa menimpa orang-orang tua atau lanjut usia.

 

EMPAT PENYAKIT DEGERATIF YANG PALING MEMATIKAN.

Dari sekian banyak penyakit-penyakit yang termasuk golongan penyakit DEGERATIF, ada empat penyakit yang terkenal paling mematikan, yaitu :

Pertama, adalah penyakit JANTUNG KORONER.

Penyakit Jantung Koroner termasuk dalam rumpun penyakit Kardiovaskuler yang artinya Jantung dan Pembuluh darah.

Sebelum tahuntujuh puluhan, penyakit Degeneratif dimonopoli oleh penyakit REMATIK.

Namun menginjak tahun tujuh puluh limaan, penderita penyakit Jantung Koroner meningkat tajam.

Penyakit ini disebabkan oleh penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri koroner karena penumpukan zat-zat lemak KOLESTEROL, TRIGLISERIDE yang semakin lama semakin banyak dibawah lapisan terdalam dari dinding pembuluh darah arteri sehingga mengurangi atau bahkan menghentikan aliran darah keotot jantung.

 

Kedua, adalah penyakit GAGAL JANTUNG.

Penyakit ini terjadi karena berhentinya sirkulasi atau aliran darah akibat kegagalan ventrikel jantung berkontraksi secara efektif pada saat Sistole.

Akibat kurangnya ketersediaan darah, maka sel –sel otot jantungpun akan mati dan kekurangan oksigen.

Nah, kematian dari sel-sel otot jantung ini pada akhirnya menyebabkan jantung menjadi gagal menjalankan fungsinya, yang tentu saja sangat fatal akibatnya, yaitu menyebabkan kematian.

 

Ketiga, adalah penyakit STROKE.

Penyakit ini juga bisa disebabkan oleh adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah ke otak karena penumpukan zat-zat lemak Kolesterol dan Trigliseride yang bisa menghambat pasokan darah keotak.

Akibatnya lama kelamaan bisa terjadi apa yang disebut Serebral Hipoksia yaitu kekurangan penyediaan oksigen ke otak yang bisa menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran dan berhenti nafas tiba-tiba atau menyebabkan seseorang mengalami kelumpuhan, bahkan meninggal dunia.

 

Keempat, adalah penyakit KANKER.

Ini merupakan penyakit yang diakibatkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh secara tidak normal, sehingga berubah menjadi sel-sel ganas yang disebut sel-sel KANKER.

Selanjutnya sel Kanker ini berkembang kebagian-bagian tubuh yang lain.

Bedanya dengan TUMOR adalah dimana Tumor itu merupakan segala benjolan tidak normal atau abnormal dibagian tubuh tertentu yang bukan radang dan bersifat jinak.

Beberapa jenis Kanker ang cukup sering menimpa mnusia antara lain :

– Kanker Leher Rahim.

– Kanker Payudara

– Kanker Hati

– Kanker Paru-paru

– Kanker Kulit

– Kanker Naso Faring

– Kanker Kelenjar Getah bening

– Kanker Darah

– Kanker Usus Besar

– Kanker Prostat, dan lai-lain.

 

PERENCANAAN SEHAT ITU PENTING.

Karena kesehatan juga perlu direncanakan, tiap keluarga hendaknya memiliki rencana hidup sehat agar tidak seperti judul tulisan ini, yaitu “ mati muda atau tua tersiksa.”

Setidaknya, mulai rencanakan hal-hal yang paling mudah diomongkan tetapi sangat sulit dilakukan, yaitu HINDARI KEGEMUKAN atau OBESITAS.

Jika kebetulan anda sudah terlanjur hidup tanpa perencanaan yang sehat, janganlah biarkan anak-anak anda mengikuti jejak anda yang salah itu, karena kelebihan berat badan sejak usia dini bakal memberi pengaruh buruk sampai sianak dewasa kelak.

Menurut WHO, anak yang gemuk itu cenderung tetap gemuk hingga dewasa dan mereka beresiko tinggi menderita INTOLERANSI GLUKOSE yang bisa memicu Diabetes, Gangguan Metabolisme Lemak, Penyakit Kista, Hipertensi dan berbagai penakit Degeneratif lainnya.

Kondisi kegemukan ini akan diperburuk lagi dengan keengganan melakukan aktivitas fisik, sehingga kalori yang masuk tidak sesuai dengan yang dikeluarkan.

Karena tidak terbuang, maka kalori itu tersimpan dalam bentuk lemak.

Timbunan lemak itu pada saatnya akan mempengaruhi kinerja hormon dalam tubuh, termasuk hormon Insulin yang bertugas membantu metabolisme Glukose.

Banyaknya timbunan lemak itu membuat Insulin menjadi menurun sensitifitasnya sehingga sulit memecah Glukose dalam tubuh, sehingga terjadilah Diabetes.

AKTIVITAS ITU PERLU SEBAGAI PENJAGA VITALITAS.

Perlu diketahui bahwa seseorang memasuki usia empat puluh limaan banyak yang merasa mulai kurang bersemangat, sering sedih, dan ketakutan yang tidak jelas sebabnya.

Itu adalah gejala-gejala alamiah yang disebabkan oleh adanya kemunduran fisik dan mental.

Agar kondisi tidak memburuk dan dimanfaatkan oleh berbagai penyakit Degeneratif, perlu diimbangi dengan memperhatikan asupan makanan.

Perhatikan keseimbangan gizinya, artinya dengan mengkonsumsi lemak tidak melebihi 10-25 persen dari total kalori yang masuk, sedangkan zat gula tidak lebih dari 10 persen.

Selain itu juga jangan lupa melakukan aktifitas untuk menjaga vitalitas, termasuk vitalitas otak dengan cara antara lain:

– Belajar bahasa

– Belajar musik

– Berteman dengan orang-orang yang lebih muda usia

– Mendalami ilmu pengetahuan tertentu

– Bersepeda, jalan kaki, berenang

– Menikmati matahari terbit

– Melakukan pijat badan

– Tertawa lepas dan membuat orang lain tertawa

– Mengubah rutinitas

– Membaca dan menulis

– Menarik nafas dalam-dalam

– Dan terus mencari dan menemukan sesuatu yang baru.

 

s E k I a N

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts