Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA— Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumbawa, menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) tahun 2026, dengan menekankan pentingnya musyawarah mufakat sebagai dasar pengambilan keputusan. Forum yang dilaksanakan di La Grande Ballroom, Kamis (16/4/2026) ini, menjadi momentum strategis untuk konsolidasi internal sekaligus penataan struktur organisasi partai ke depan.
Ketua Panitia Muscab, Sukiman K, S.PdI, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini mengusung tema konsolidasi dan penataan struktur. Muscab bertujuan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja DPC sekaligus merumuskan arah kebijakan partai di tingkat cabang, termasuk memilih kepengurusan baru periode 2026–2031.
“Muscab ini melibatkan seluruh anggota dan pengurus, baik secara moril maupun materiel, demi menyukseskan agenda bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan Muscab akan dilaksanakan melalui empat sidang pleno yang membahas berbagai aspek strategis organisasi, mulai dari laporan pertanggungjawaban hingga penetapan kepengurusan baru.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Sumbawa periode 2021–2026, H. Ilham Mustami, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader dan pengurus atas kerja keras dalam mempersiapkan Muscab. Ia menilai soliditas menjadi kunci utama menghadapi tantangan politik ke depan.
Berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2024, PKB Kabupaten Sumbawa memperoleh lebih dari 19 ribu suara dan mempertahankan empat kursi di DPRD, meski sebelumnya sempat memiliki enam kursi. Ia mengakui bahwa kontestasi politik ke depan akan semakin kompetitif.
“Pemilu berikutnya akan lebih berat. Karena itu, kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang. Kuncinya adalah soliditas. Tanpa itu, kita tidak akan mampu membawa perubahan,” tegasnya.
H. Ilham juga mengungkapkan rencana untuk bergeser ke posisi Dewan Syuro dengan pertimbangan kondisi kesehatan, sekaligus memberi ruang bagi kader muda untuk berkembang.
“Perlu ada regenerasi agar partai ini terus maju. Saya siap menjadi penyangga bagi kader muda,” katanya.
Disisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, Zainul Munasichin, menegaskan bahwa Kabupaten Sumbawa merupakan daerah strategis dalam peta politik PKB, baik di tingkat regional maupun nasional. Ia menyebut kontribusi PKB Nusa Tenggara Barat yang konsisten menyumbang kursi di legislatif pusat sebagai bukti kekuatan kaderisasi, termasuk dari daerah pemilihan Sumbawa.
Menurutnya, secara nasional PKB mengalami peningkatan suara dan kursi, yang merupakan hasil kerja kolektif seluruh kader, termasuk di daerah.
Zainul menekankan bahwa Muscab bukan sekadar forum pergantian kepengurusan, melainkan bagian penting dari proses regenerasi partai. Ia mengingatkan bahwa masa depan partai tidak bisa bergantung pada segelintir tokoh.
“Regenerasi adalah keniscayaan dan kebutuhan. Banyak partai besar tenggelam karena gagal melakukan kaderisasi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan adanya perubahan mekanisme dalam Muscab kali ini. Jika sebelumnya menggunakan sistem pemungutan suara terbuka oleh seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC), kini pendekatan musyawarah mufakat lebih diutamakan.
Perubahan tersebut didasarkan pada evaluasi sejumlah Muscab sebelumnya yang berujung konflik internal akibat selisih suara yang tipis. Kondisi itu bahkan memicu perpecahan hingga eksodus kader ke partai lain.
“Tidak ada lagi istilah one man one vote. Kita kembali pada musyawarah mufakat. PAC tetap diberikan ruang mengusulkan calon, tetapi keputusan diambil bersama dengan mempertimbangkan kualitas dan integritas,” jelasnya.
Zainul berharap, melalui Muscab ini, PKB Kabupaten Sumbawa dapat semakin solid dan siap menghadapi kontestasi politik mendatang. Dengan mengedepankan loyalitas, kerja keras, dan persatuan, ia optimistis PKB mampu meningkatkan perolehan suara dan bersaing dengan partai lain.
Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus DPW PKB NTB, pengurus DPC PKB Kabupaten Sumbawa, Ketua PAC DPC PKB se-Kabupaten Sumbawa, para kader dan simpatisan. (DS/02)

