Jalan Mantap Dikebut, Akses Air Diperluas

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA— Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur melalui penguatan sinergi lintas perangkat daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Badan Perencanaan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), guna merumuskan langkah strategis pembangunan ke depan.

Rapat yang digelar baru-baru ini membahas evaluasi program berjalan sekaligus penyusunan rencana prioritas menuju tahun anggaran 2027. Dua sektor utama menjadi fokus pembahasan, yakni peningkatan kondisi jalan mantap serta perluasan akses air minum dan sanitasi layak bagi masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Much Sofyan, mengungkapkan kondisi jalan mantap di Sumbawa saat ini baru mencapai sekitar 50 persen. Pemerintah daerah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 67 persen pada 2027.

“Peningkatan akan difokuskan pada sejumlah ruas prioritas untuk memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Sejumlah ruas yang menjadi prioritas di antaranya Batu Dulang–Tepal sepanjang 8,7 kilometer, Lenangguar–Teladan sepanjang 7,4 kilometer, serta Tepal–Batu Rotok sepanjang 8,01 kilometer. Selain itu, peningkatan Jalan Lingkar Utara Alas dan penggantian Jembatan Kayu Madu juga direncanakan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

Di sektor air minum dan sanitasi, tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Cakupan layanan air minum aman di Sumbawa saat ini baru mencapai sekitar 12 persen, jauh di bawah target nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 43 persen.

Sementara itu, cakupan sanitasi layak baru berada di angka 9 persen, dengan target peningkatan menjadi 30 persen pada 2029.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah program prioritas. Di antaranya rehabilitasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat, pembangunan SPAM Ai Ngelar, pembangunan tangki septik di empat desa, serta pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Raberas.

Selain itu, perencanaan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) untuk kawasan timur dan barat juga disiapkan sebagai bagian dari agenda pembangunan 2027.

Menurut Sofyan, berbagai program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan layanan dasar masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap penurunan angka stunting serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara PUPR dan Bapperida, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan infrastruktur yang terencana dan terukur, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts