Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA— Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, secara resmi membuka kegiatan Ekspose Hasil Evaluasi Pelayanan Publik dan Launching Development Aplikasi Pelayanan Publik (SILABRASI SIGAP) yang berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh para Asisten Sekretaris Daerah serta seluruh Kepala Perangkat Daerah lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa. Agenda ini menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Dalam laporan kegiatan yang disampaikan Kepala Bagian Organisasi, Jufrie, S.Si., MM., ditegaskan bahwa ekspose ini memiliki peran penting sebagai instrumen monitoring dan evaluasi guna memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Ia menyebutkan bahwa capaian Indeks Pelayanan Publik Kabupaten Sumbawa saat ini berada pada angka 2,77 dan ditargetkan meningkat menjadi 3,00 sesuai amanat RPJMD. Untuk itu, diperlukan percepatan dan penguatan ekosistem pelayanan publik secara menyeluruh.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Rachman Ansori, S.Sos., M.SE dalam pemaparannya menjelaskan bahwa hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) tahun 2025 menunjukkan capaian sebesar 86,87 dengan kategori “Baik”. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan agar dapat mencapai kategori “Sangat Baik” (A). Di sisi lain, Indeks Pelayanan Publik yang masih berada pada kategori “Cukup” menjadi perhatian serius, terutama dalam pemenuhan indikator kinerja seperti pelaksanaan survei, pelaporan tindak lanjut SKM, serta kelengkapan dokumen pendukung.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P menegaskan pentingnya evaluasi yang tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga pada dampak nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Ia mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk senantiasa memperbarui data dan dokumen pelayanan, serta memastikan tidak ada kekurangan data yang dapat menghambat pencapaian target.
“Jangan hanya mengejar angka, tetapi pastikan masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang baik. Kesan masyarakat terhadap pelayanan kita jauh lebih berharga dibandingkan sekadar penghargaan,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan yang berlandaskan etika, kesopanan, dan keramahan. Ia memperkenalkan lima prinsip sederhana namun bermakna dalam pelayanan publik, yakni senyum, salam, maaf, tolong, dan terima kasih, sebagai fondasi dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh jajaran untuk menjadikan pekerjaan sebagai bentuk ibadah, sekaligus menegaskan komitmen terhadap integritas dengan menghindari praktik pungutan liar dan korupsi. Menurutnya, pelayanan publik yang baik akan membangun kepercayaan masyarakat, yang pada akhirnya memperkuat kolaborasi dan mempercepat pembangunan daerah.
“Kalau pelayanan kita baik, kepercayaan akan tumbuh. Kalau kepercayaan tumbuh, kolaborasi akan kuat, dan pembangunan akan bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Bupati berharap tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu melahirkan komitmen yang diperbarui, langkah konkret perbaikan, serta perubahan nyata dalam kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sumbawa.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Sumbawa secara resmi membuka kegiatan Ekspose Evaluasi Pelayanan Publik dan Launching Development Aplikasi Pelayanan Publik (SILABRASI SIGAP) sebagai bagian dari upaya transformasi pelayanan publik yang lebih modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (DS/02)

