Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa akan mengusulkan sejumlah proyek pembangunan dan peningkatan sarana serta prasarana kesehatan kepada Kementerian Kesehatan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2027. Usulan tersebut difokuskan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terpencil dan sangat terpencil di Kabupaten Sumbawa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, SKM., M.AP., mengatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi, komunikasi, dan pembahasan dengan Kementerian Kesehatan terkait rencana tersebut. Dari hasil pembahasan itu, pihaknya memperoleh sinyal positif untuk mengajukan usulan pembangunan yang akan dibiayai melalui DAK 2027.
“Alhamdulillah, setelah melalui koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat, kami mendapat lampu hijau untuk mengusulkan sejumlah program pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan melalui DAK 2027. Dalam waktu dekat seluruh dokumen usulan akan segera kami sampaikan ke Kementerian Kesehatan,” ujar Sarip kepada wartawan di Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, terdapat beberapa paket kegiatan yang akan diusulkan. Di antaranya pengadaan dua unit ambulans berpenggerak empat roda (4×4) untuk mendukung operasional Puskesmas Batulanteh dan Puskesmas Lantung yang melayani wilayah dengan medan cukup berat.
Selain itu, Dinkes juga mengusulkan pembangunan dua unit Puskesmas Pembantu (Pustu), masing-masing di Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu, dan Desa Lunyuk Ode, Kecamatan Lunyuk. Sementara untuk peningkatan fasilitas yang sudah ada, diusulkan renovasi Pustu Desa Boak, Kecamatan Unter Iwes, serta Pustu Desa Brang Rea, Kecamatan Moyo Hulu.
Menurut Sarip, kebutuhan peningkatan infrastruktur kesehatan di Kabupaten Sumbawa masih cukup besar mengingat luas wilayah dan kondisi geografis yang menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pelayanan kesehatan. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Usulan ini sudah beberapa kali kami sampaikan. Mudah-mudahan pada DAK 2027 dapat direalisasikan. Besaran anggaran nantinya sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat,” katanya.
Selain pembangunan fisik, Dinkes juga menilai masih diperlukan penambahan tenaga kesehatan, terutama dokter dan tenaga medis lainnya, untuk bertugas di wilayah terpencil dan sangat terpencil. Beberapa daerah yang masih membutuhkan penguatan pelayanan kesehatan di antaranya Kecamatan Batulanteh dan wilayah Mate Mega, Desa Marente, Kecamatan Alas.
Sarip berharap pemerintah pusat dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut melalui rekrutmen aparatur sipil negara (ASN), sehingga distribusi tenaga kesehatan di Kabupaten Sumbawa menjadi lebih merata.
“Selain peningkatan sarana dan prasarana, kami juga berharap ada penambahan tenaga kesehatan dan dokter melalui rekrutmen CPNS. Dengan begitu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di wilayah terpencil, dapat semakin optimal,” pungkasnya. (DS/02)

