Bupati Sambut Investasi IHACHI Jepang, Dukung Sumbawa Hijau Lestari

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA– Pemerintah Kabupaten Sumbawa membuka peluang kerja sama investasi hijau dengan perusahaan asal Jepang, IHACHI Co., Ltd., yang menawarkan sejumlah program berbasis rehabilitasi lingkungan dan ekonomi karbon. Penjajakan kerja sama tersebut mengemuka dalam audiensi yang diterima Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., di Ruang Rapat H. Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (23/6/2026).

Audiensi tersebut dihadiri perwakilan IHACHI Co., Ltd. Jepang bersama representatif resmi Koperasi Konsumen Mutiara Amanah Syariah (KOPMAS) yang berafiliasi dengan Bank NTB Syariah. Turut mendampingi Bupati Sumbawa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan IHACHI, Mrs. Ono dan Mr. Fujioka, memaparkan sejumlah rencana investasi yang berfokus pada pengembangan ekonomi hijau dan pelestarian lingkungan. Program yang ditawarkan mencakup penanaman mangrove, penghijauan lahan kritis dengan tanaman kaliandra, pembangunan industri wood pellet, hingga bantuan teknologi desalinasi untuk pemurnian air laut.

IHACHI juga menyampaikan komitmennya untuk membangun kemitraan jangka panjang di Kabupaten Sumbawa melalui dukungan jejaring internasional yang melibatkan berbagai lembaga, termasuk Kedutaan Besar Jepang dan Japan International Cooperation Agency (JICA). Kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menyambut positif rencana investasi tersebut. Menurutnya, program yang ditawarkan memiliki keselarasan dengan arah pembangunan daerah yang saat ini mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan melalui program Sumbawa Hijau Lestari.

Ia menjelaskan bahwa upaya rehabilitasi lingkungan, khususnya penghijauan lahan kritis, menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam beberapa tahun ke depan. Selain berfungsi menjaga kelestarian lingkungan, program tersebut juga diarahkan untuk memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Penghijauan lahan kritis menjadi salah satu fokus kami. Selain menjaga lingkungan, kami juga mendorong penanaman pohon bernilai ekonomi seperti sengon, kemiri, kopi, alpukat, nangka, manggis, dan berbagai tanaman produktif lainnya. Saat ini kami telah menyiapkan satu juta bibit pohon untuk mendukung gerakan tersebut,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, keberhasilan program penghijauan tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem daerah.

Pada kesempatan itu, Bupati juga memaparkan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Sumbawa. Salah satunya adalah kawasan mangrove yang saat ini mencapai sekitar 8.000 hektare dan terus dijaga keberadaannya sebagai bagian dari upaya konservasi pesisir.

Terkait rencana penanaman kaliandra yang ditawarkan IHACHI, Bupati menilai tanaman tersebut cukup sesuai dengan karakteristik wilayah Sumbawa karena memiliki nilai manfaat ganda. Selain berfungsi sebagai tanaman penghijauan, kaliandra juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang dibutuhkan masyarakat.

Meski demikian, ia menawarkan beberapa alternatif tanaman lain yang telah lama dikenal dan dikembangkan masyarakat lokal, seperti gamal dan bidara. Kedua jenis tanaman tersebut dinilai memiliki tingkat adaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan di Sumbawa serta memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan peternak.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau dan perdagangan karbon. Potensi tersebut didukung oleh luas kawasan hutan yang dimiliki daerah ini.

“Hampir 43 persen kawasan hutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat berada di Kabupaten Sumbawa. Ini merupakan modal besar untuk mendukung berbagai program berbasis lingkungan, termasuk ekonomi karbon yang saat ini mulai berkembang di tingkat global,” katanya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap penjajakan kerja sama dengan IHACHI tidak berhenti pada tahap diskusi semata, melainkan dapat segera diwujudkan dalam bentuk program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut Bupati, kolaborasi antara pemerintah daerah, investor, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Selain mampu menjaga kelestarian lingkungan, investasi hijau juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumbawa. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts