BPBD Sumbawa Siap Distribusikan Air Bersih untuk 24 Desa

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa mulai mematangkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada 2026. Melalui rapat koordinasi yang melibatkan berbagai instansi, BPBD menyiapkan skema pendistribusian air bersih bagi masyarakat di 24 desa yang tersebar di 12 kecamatan rawan kekeringan.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri unsur TNI, Polri, Balai Wilayah Sungai (BWS), Palang Merah Indonesia (PMI), Bank NTB, serta sejumlah instansi terkait. Koordinasi dilakukan sebagai upaya menyamakan langkah dalam menghadapi dampak musim kemarau yang diperkirakan semakin berat akibat pengaruh fenomena El Nino, yang berpotensi meningkatkan suhu udara dan memicu kekeringan berkepanjangan di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST., mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna meminimalkan dampak kekeringan, terutama terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Selain menyiapkan pendistribusian air bersih, BPBD juga telah mengajukan permohonan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pembangunan 10 titik sumur bor di kawasan permukiman yang selama ini kerap mengalami krisis air bersih.

“Dari data yang kami miliki, terdapat 12 kecamatan dengan 24 desa yang terdampak kekeringan. Hampir setiap tahun wilayah-wilayah tersebut mengalami kesulitan air bersih sehingga pendistribusian air harus dilakukan secara rutin,” kata Muhammad Nurhidayat.

Ia menegaskan, penanganan kekeringan tidak dapat dilakukan oleh BPBD semata. Karena itu, berbagai pihak dilibatkan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Dalam penanganan tahun ini, BPBD menggandeng Polres Sumbawa, Kodim, PMI, Balai Wilayah Sungai, serta Bank NTB untuk mendukung pelaksanaan dropping air bersih ke desa-desa terdampak.

Sementara itu, PMI Kabupaten Sumbawa telah menyelesaikan pendataan wilayah sasaran sekaligus menyusun jadwal distribusi. Program dropping air bersih dijadwalkan mulai dilaksanakan besok dengan dukungan sekitar 30 tangki air selama satu bulan melalui bantuan PMI Pusat.

Sejumlah desa yang menjadi prioritas distribusi di antaranya Hijrah, Kukin, Baru, Lenangguar, Batu Tering, serta beberapa wilayah lain yang masuk dalam kategori rawan kekeringan berdasarkan hasil pendataan.

Untuk memperlancar pendistribusian, masing-masing instansi telah menyiapkan armada tangki air. BPBD mengerahkan dua unit mobil tangki, sedangkan Polres Sumbawa, Kodim, Balai Wilayah Sungai, PMI, dan Bank NTB masing-masing menyediakan satu unit armada.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, BPBD berharap penyaluran air bersih dapat berlangsung tepat sasaran dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau. Masyarakat di daerah rawan kekeringan juga diimbau menggunakan air secara hemat serta segera melaporkan kepada pemerintah apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts