Angka Pengangguran Sumbawa Hanya 2,7 Persen

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA— Angka pengangguran terbuka di Kabupaten Sumbawa tercatat sekitar 2,7 persen dari total penduduk usia produktif. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa menyebut angka tersebut masih dipengaruhi kondisi perekonomian daerah.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, H. Khaeruddin. S.E., M.Si mengatakan, jumlah penduduk usia produktif di daerah itu mencapai lebih dari 270 ribu orang. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 2,7 persen yang masuk kategori pengangguran.

“Kalau secara angka, karena definisi pengangguran adalah orang yang tidak bekerja sama sekali. Kalau orang itu bekerja satu jam saja, maka diakui sebagai orang yang bekerja,” kata Khaeruddin, Senin (5/10/2026).

Ia menjelaskan, angka 2,7 persen tersebut menggambarkan penduduk yang benar-benar tidak bekerja. Sementara penduduk produktif lainnya memiliki beragam aktivitas, termasuk menempuh pendidikan, mengurus rumah tangga, maupun bekerja.

Menurut Khaeruddin, angka pengangguran di Kabupaten Sumbawa cenderung fluktuatif dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut mengikuti kondisi perekonomian secara keseluruhan, termasuk perkembangan aktivitas usaha dan kesempatan kerja yang tersedia di daerah.

“Angka pengangguran di Kabupaten Sumbawa sendiri fluktuatif. Hal ini dipengaruhi dengan kondisi ekonomi secara keseluruhan,” ujarnya.

Khaeruddin menyebut struktur ketenagakerjaan di Sumbawa masih bertumpu pada sektor pertanian dan peternakan. Kedua sektor tersebut menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar karena sesuai dengan karakteristik ekonomi masyarakat dan potensi sumber daya daerah.

Selain pertanian dan peternakan, masyarakat juga bekerja pada sektor jasa, tata niaga, serta industri. Namun, kontribusi sektor-sektor tersebut dalam menyerap tenaga kerja belum sebesar sektor pertanian dan peternakan.

“Struktur pekerja di Sumbawa masih didominasi pada sektor pertanian dan peternakan. Walaupun ada bidang jasa, tata niaga dan industri, namun belum begitu signifikan,” katanya.

Disnakertrans memproyeksikan angka pengangguran di Kabupaten Sumbawa dapat menurun seiring bertambahnya aktivitas investasi dan pembukaan lapangan kerja baru. Salah satu peluang tersebut datang dari rencana dimulainya proyek PT AMNT di kawasan Elang pada 2027.

Khaeruddin menilai, aktivitas proyek berskala besar berpotensi meningkatkan kebutuhan tenaga kerja. Kondisi tersebut dapat membuka peluang bagi masyarakat Sumbawa untuk masuk ke pasar kerja, baik secara langsung maupun melalui aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar kawasan proyek. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts