KNMP Tahap III di Lima Desa Mulai Dibangun

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA— Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai mengerjakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap III tahun 2026 di lima desa. Pelaksana proyek saat ini memasuki tahap awal pekerjaan setelah pemerintah menetapkan lima desa tersebut sebagai penerima program KNMP Penyangga.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap, H. Burhanuddin, S.Pi, mengatakan pembangunan fisik di lima lokasi tersebut mulai berjalan. Pelaksana kini melakukan sejumlah pekerjaan awal sebelum masuk ke tahap pembangunan fisik utama.

“Untuk lima desa penerima KNMP tahap ketiga tahun 2026, saat ini sudah mulai kegiatan MC.0 atau pekerjaan awal, pembangunan direksi keet dan persiapan lokasi,” kata Burhanuddin, Rabu (23/9/2026).

Lima desa yang menerima program tersebut yakni Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Empang; Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang; Desa Pulau Kaung, Kecamatan Buer; Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas; dan Desa Labuhan Mapin, Kecamatan Alas Barat.

Program KNMP tahap III tersebut melanjutkan pembangunan program serupa yang sebelumnya telah berjalan di Kabupaten Sumbawa. Pemerintah daerah sebelumnya melaksanakan KNMP tahap I di Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, kemudian melanjutkan pembangunan tahap II pada 2025/2026 di Desa Labuhan Sangoro, Kecamatan Maronge.

Burhanuddin menjelaskan lima desa yang masuk dalam program tahun ini berada dalam kategori KNMP Penyangga. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk setiap desa penerima program.

“Kelima desa ini masuk dalam KNMP tahap ketiga tahun 2026 dengan kategori KNMP Penyangga. Nilai anggarannya sekitar Rp3 miliar untuk masing-masing desa,” ujarnya.

Pemerintah menyerahkan pelaksanaan pembangunan sejumlah sarana dan prasarana KNMP kepada rekanan kontraktor PT Azuka Jakarta. Pelaksanaan pekerjaan juga melibatkan rekanan serta tenaga kerja lokal di masing-masing wilayah.

Pelibatan tenaga kerja lokal menjadi bagian dari pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Pekerja bersama kontraktor mulai menyiapkan lokasi pembangunan dan mendatangkan peralatan serta material yang dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan fisik.

Burhanuddin mengatakan pekerjaan berdasarkan kontrak berlangsung mulai 15 September hingga Desember 2026. Pelaksana terlebih dahulu menyelesaikan pekerjaan awal sebelum melanjutkan pembangunan sarana dan prasarana utama.

Tahapan awal mencakup MC.0 atau pengukuran dan pemeriksaan awal pekerjaan, pembangunan direksi keet, persiapan lokasi, serta mobilisasi peralatan dan material.

“Pelaksanaan fisiknya sesuai kontrak dimulai 15 September sampai Desember 2026. Saat ini pekerjaan diawali MC.0, pembangunan direksi keet, persiapan lokasi, serta dropping peralatan dan material yang dibutuhkan,” kata Burhanuddin. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts