Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA — Kabupaten Sumbawa memanfaatkan persiapan sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (Rakornas JKPI) 2028 untuk memperkuat upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan daerah. Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Sumbawa telah mendigitalisasi seluruh naskah kuno Sumbawa sebagai langkah perlindungan terhadap dokumen bersejarah yang rentan mengalami kerusakan akibat usia dan kondisi penyimpanan.
Plt. Kepala Dinas Arpusda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, mengatakan digitalisasi naskah kuno menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan dokumen sejarah Sumbawa. Dinas Arpusda melalui Bidang Naskah Kuno menangani upaya pelestarian dokumen tersebut, sehingga informasi yang terkandung di dalamnya tetap dapat tersimpan dan dimanfaatkan untuk kepentingan sejarah serta kebudayaan daerah.
Menurut Suharmaji, kondisi fisik naskah kuno yang telah berusia tua membuat dokumen tersebut membutuhkan penanganan dan penyimpanan yang tepat. Kerusakan akibat penyimpanan yang kurang baik berpotensi menghilangkan informasi penting yang terdapat dalam naskah.
“Karenanya dokumen itu sudah kami simpan dalam bentuk digital,” ujar Suharmaji, Senin (14/9/2026).
Melalui digitalisasi, Dinas Arpusda menyimpan salinan naskah kuno dalam format digital untuk menjaga informasi yang terkandung di dalamnya. Langkah ini juga membantu mengurangi risiko hilangnya catatan sejarah akibat kerusakan fisik dokumen.
Selain mengamankan naskah kuno, Dinas Arpusda Kabupaten Sumbawa terus menelusuri dan mengumpulkan berbagai informasi mengenai sejarah Sumbawa. Dinas tersebut menggali keterangan dari tokoh-tokoh Sumbawa melalui wawancara untuk memperoleh informasi sejarah yang belum terdokumentasi secara memadai.
Suharmaji menjelaskan, pihaknya mengumpulkan keterangan dari para tokoh yang memiliki pengetahuan mengenai perjalanan sejarah Sumbawa. Dinas Arpusda kemudian berencana mengolah hasil wawancara tersebut menjadi buku sejarah yang dapat memperkaya dokumentasi sejarah daerah.
Salah satu materi yang menjadi perhatian ialah sejarah berdirinya Istana Dalam Loka. Dinas Arpusda ingin menggali informasi lebih mendalam mengenai latar belakang pembangunan, fungsi, serta perjalanan sejarah bangunan yang menjadi salah satu peninggalan penting Kesultanan Sumbawa tersebut.
“Nanti kita bisa tahu dengan pasti, bagaimana sih Dalam Loka bisa menjadi rumah panggung terbesar di NTB dan Indonesia,” kata Suharmaji.
Rencana penyusunan buku sejarah itu menjadi bagian dari upaya Dinas Arpusda untuk mendokumentasikan informasi sejarah melalui sumber lisan. Keterangan para tokoh Sumbawa akan menjadi bahan dalam penelusuran sejarah, termasuk untuk memperjelas kisah berdirinya Istana Dalam Loka.
Kabupaten Sumbawa akan menjadi lokasi penyelenggaraan Rakornas JKPI pada 2028. Momentum tersebut membuka ruang bagi daerah untuk memperkuat pengelolaan arsip, dokumentasi sejarah, dan pelestarian warisan budaya, termasuk melalui digitalisasi naskah kuno serta pengumpulan informasi sejarah Sumbawa. (DS/02)

