BRIN Kaji Kelayakan PSN Tambak Garam Sumbawa

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai mengkaji kelayakan Program Strategis Nasional (PSN) Tambak Garam Rakyat di Kabupaten Sumbawa. Tujuh peneliti BRIN turun langsung ke sejumlah sentra produksi garam masyarakat sejak Sabtu (29/8/2026) untuk mengumpulkan data lapangan sebagai bahan kajian pengembangan industri garam di daerah tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, S.Pi., M.T., mengatakan tim BRIN melakukan survei pada sejumlah titik yang sudah memiliki aktivitas produksi garam masyarakat. Tim meninjau langsung kondisi lokasi dan mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan potensi pengembangan industri garam.

Menurut Rahmat Hidayat, tim BRIN mendatangi lima lokasi dalam survei lapangan. Lokasi tersebut meliputi Desa Labuan Bajo, Kecamatan Utan; Desa Maronge, Kecamatan Maronge; Desa Sepayung, Kecamatan Plampang; Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano; serta Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape.

Dari lima lokasi tersebut, empat wilayah telah menjalankan produksi garam. Keempat wilayah itu yakni Desa Labuan Bajo, Desa Sepayung, Desa Labuhan Kuris, dan Desa Labuhan Bontong.

“Survei BRIN dilakukan di lima titik existing pergaraman. Tim turun langsung melihat kondisi lapangan sebagai bagian dari kajian pengembangan industri garam yang menjadi salah satu informasi penting untuk pembahasan lebih lanjut di tingkat pusat terkait PSN Garam,” ujar Rahmat Hidayat, Selasa (1/9/2026).

Rahmat Hidayat menjelaskan, aktivitas produksi yang sudah berjalan di empat wilayah tersebut memberikan gambaran awal kepada tim BRIN mengenai kondisi pergaraman rakyat di Sumbawa. Tim kemudian memperluas pengamatan dengan mengkaji sejumlah aspek yang dapat menentukan pengembangan industri garam di daerah.

BRIN tidak hanya mengamati proses produksi garam yang berlangsung di lapangan. Para peneliti juga menilai aspek teknis, kondisi ekologi, dukungan sosial masyarakat, peruntukan ruang, serta potensi ekonomi dari pengembangan industri garam.

Tim BRIN juga mengambil sampel air laut yang masyarakat gunakan sebagai bahan baku produksi garam. Selain sampel air laut, tim mengambil sampel garam yang masyarakat hasilkan di lokasi produksi.

Pengambilan sampel tersebut dilakukan untuk memperkuat data kajian. Tim dapat menggunakan hasil pengujian tersebut untuk melihat karakteristik bahan baku dan produk garam yang dihasilkan masyarakat di sejumlah titik produksi.

“Di Kabupaten Sumbawa saat ini ada empat titik yang sudah memproduksi garam, yaitu Desa Labuan Bajo, Sepayung, Labuhan Kuris, dan Labuhan Bontong. Terhadap titik tersebut pihak BRIN melakukan kajian pengembangan industri garam sebagai bagian dari informasi penting untuk pembahasan lebih lanjut di tingkat pusat terkait rencana PSN Garam,” kata Rahmat Hidayat.

Rahmat Hidayat mengatakan, BRIN melibatkan peneliti dari sejumlah bidang untuk menjalankan kajian tersebut. Komposisi tim menunjukkan bahwa BRIN mengkaji rencana pengembangan garam Sumbawa dari berbagai sisi, tidak hanya dari aspek teknologi produksi.

Tim tersebut terdiri atas Dr. Ir. Hens Saputra, M.Eng., Kepala Pusat Riset Teknologi Proses; Ir. Endro Wahju Tjahjono, M.T.; dan Erbert Ferdy Destian, S.T., M.T., dari Pusat Riset Teknologi Proses.

BRIN juga menurunkan Dr. Ir. Dini Purbani, M.Si., dari Pusat Riset Ekologi. Dari Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan, BRIN menugaskan Reninta Dewi Nugraheni, M.Sc., dan Khoiru Rizqy Rambe, S.E., M.Si. Sementara Veni Robiatal Adawiyah, S.IP., M.A., berasal dari Direktorat Kemitraan Riset dan Inovasi.

“Tim yang ditugaskan ini berasal dari berbagai bidang. Keterlibatan peneliti dan perekayasa tersebut menunjukkan bahwa kajian tidak hanya menyangkut aspek teknologi pengolahan, tetapi juga mencakup aspek ekologi, ekonomi industri, jasa dan perdagangan, hingga kebijakan serta kemitraan riset dan inovasi,” jelas Rahmat.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebelumnya telah mengusulkan pengembangan PSN Tambak Garam Rakyat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pemerintah daerah kemudian mengajukan usulan tersebut kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI untuk masuk dalam pembahasan di tingkat pemerintah pusat.

Dalam proses tersebut, kajian BRIN menjadi salah satu tahapan penting untuk menyediakan data mengenai kondisi lapangan. Pemerintah daerah menunggu hasil survei dan pengujian BRIN sebagai bahan informasi dalam pembahasan lebih lanjut mengenai rencana PSN Tambak Garam Rakyat di Sumbawa.

“Apakah Kabupaten Sumbawa layak menjalankan PSN tersebut atau tidak, hasil survei dan pengujian BRIN ini tentu menjadi bagian penting untuk kebijakan di pusat,” ujar Rahmat.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga telah mengusulkan potensi lahan pengembangan garam dengan luas sekitar 15.000 hektare. Lahan tersebut tersebar di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi untuk pengembangan pergaraman rakyat.

Data potensi lahan tersebut menjadi salah satu bahan yang pemerintah daerah siapkan dalam proses pengusulan program. Tim BRIN kemudian melakukan verifikasi dan pengamatan lapangan untuk memperoleh gambaran lebih rinci mengenai kondisi wilayah yang memiliki aktivitas maupun potensi produksi garam.

Rahmat mengatakan tim BRIN akan mengekspos hasil kajian setelah seluruh rangkaian survei dan pengujian lapangan selesai. Hasil tersebut selanjutnya menjadi bahan pembahasan pemerintah pusat dalam proses pengembangan PSN Tambak Garam Rakyat di Kabupaten Sumbawa.

“Hasil survei dan pengujian inilah yang akan menjadi salah satu informasi penting untuk pembahasan lebih lanjut di tingkat pusat terkait PSN Garam,” kata Rahmat.

Pengembangan PSN Tambak Garam Rakyat melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Keuangan, serta Kementerian PPN/Bappenas dalam proses pembahasan program tersebut.

Rahmat Hidayat berharap, hasil survei dan pengujian BRIN dapat memberikan gambaran positif mengenai potensi pengembangan pergaraman di Kabupaten Sumbawa. Pemerintah daerah juga berharap proses kajian tersebut dapat mempercepat kepastian mengenai kelanjutan usulan PSN Tambak Garam Rakyat.

“Kami berharap hasil survei dan pengujian di lapangan ini positif agar PSN tersebut bisa direalisasikan di Kabupaten Sumbawa. Kami berharap kita memenuhi persyaratan terhadap PSN tersebut dan proses ini segera memberikan kepastian bagi Kabupaten Sumbawa,” ujar Rahmat Hidayat.

Ia mengatakan pemerintah daerah memandang program tersebut sebagai salah satu peluang untuk mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pergaraman.

“Semoga PSN di Kabupaten Sumbawa bisa direalisasikan secepatnya. Menurut kami, ini program yang sangat strategis untuk meningkatkan ekonomi daerah sekaligus mewujudkan ketahanan pangan dari sektor pergaraman,” tukas Rahmat Hidayat. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts