Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA– Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersiap menyambut kunjungan lima wakil menteri pada pekan depan dalam rangka mengidentifikasi dan melakukan survei terhadap usulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah awal pemerintah pusat untuk melihat secara langsung potensi kawasan yang diusulkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Barat.
Asisten II Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, mengatakan, rencana kedatangan para wakil menteri merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur. Inisiatif kunjungan tersebut, kata dia, berasal dari Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebagai bagian dari proses identifikasi terhadap usulan KEK Samota yang diajukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
“Sebelumnya kami mengikuti Zoom Meeting bersama BKPM Pusat yang juga dihadiri Menko Pariwisata, Menko Investasi, Wamen PKP, Kementerian Pangan, serta kementerian terkait lainnya. Pertemuan itu membahas rencana kunjungan ke Sumbawa untuk melihat langsung potensi KEK Samota,” ujar Suharmaji, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum penting untuk memberikan gambaran secara komprehensif mengenai potensi yang dimiliki kawasan Saleh, Moyo, dan Tambora (Samota). Pemerintah daerah akan memaparkan berbagai keunggulan kawasan yang dinilai layak menjadi kawasan ekonomi khusus berbasis pariwisata, kelautan, perikanan, dan sektor pendukung lainnya.
Ia menjelaskan, keberadaan KEK Samota memiliki nilai strategis karena berada di jalur penghubung dua kawasan ekonomi khusus yang telah berkembang, yakni KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat dan KEK Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Posisi tersebut dinilai dapat memperkuat konektivitas ekonomi sekaligus membuka peluang investasi baru di Pulau Sumbawa.
“Kami berharap dengan kedatangan para wakil menteri ini, pemerintah pusat mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai potensi Samota. Banyak hal yang harus dilakukan, karena keberadaan KEK Samota sangat luar biasa. Posisi Sumbawa yang berada di antara KEK Mandalika dan KEK Labuan Bajo menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki,” katanya.
Adapun rombongan yang dijadwalkan hadir terdiri atas Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Wakil Menteri Investasi, Wakil Menteri Pariwisata, perwakilan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta Wakil Menteri pada Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur.
Suharmaji mengungkapkan, sedikitnya terdapat delapan potensi unggulan yang menjadi daya tarik utama dalam usulan KEK Samota. Di antaranya adalah keberadaan Pulau Moyo yang telah dikenal hingga mancanegara sebagai destinasi wisata alam, Teluk Saleh yang merupakan salah satu teluk terbesar di Indonesia dengan kekayaan biodiversitas laut, serta habitat hiu paus yang menjadi lokasi kemunculan terbesar kedua di Indonesia setelah Teluk Cenderawasih.
Selain itu, kawasan Samota juga memiliki sekitar 50 pulau kecil yang tersebar di wilayah Saleh, Moyo, dan Tambora, sehingga menawarkan potensi wisata bahari yang sangat besar. Potensi wisata darat dan laut, panorama alam yang memungkinkan wisatawan menikmati pemandangan Gunung Rinjani di Lombok dan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa dalam satu kawasan, hingga kekayaan sumber daya perikanan di Teluk Saleh juga menjadi nilai tambah yang diunggulkan.
Tidak hanya sektor pariwisata, kawasan daratan Samota juga dinilai memiliki prospek besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Berbagai potensi seperti produksi garam, tambak, pertanian, hingga sektor usaha pendukung lainnya diyakini akan berkembang seiring meningkatnya investasi apabila KEK Samota ditetapkan oleh pemerintah.
Suharmaji optimistis penetapan KEK Samota akan membuka peluang masuknya berbagai program strategis dari kementerian dan lembaga pemerintah. Menurutnya, pengalaman pengembangan KEK Mandalika maupun KEK Labuan Bajo menunjukkan bahwa penetapan status kawasan ekonomi khusus mampu mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ketika KEK Samota sudah ditetapkan, seluruh kementerian yang memiliki program terkait kawasan ekonomi khusus tentu akan masuk ke Sumbawa. Seperti yang terjadi di Mandalika dan Labuan Bajo, kementerian dan lembaga akan memberikan dukungan sesuai potensi yang dimiliki daerah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap proses identifikasi yang dilakukan pemerintah pusat dapat menjadi langkah awal menuju penetapan KEK Samota. Kehadiran kawasan ekonomi khusus tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, memperluas lapangan kerja, serta mempercepat pembangunan daerah melalui optimalisasi potensi pariwisata, kelautan, perikanan, dan sektor unggulan lainnya. (DS/02)

