Mendikdasmen Minta Kepala Sekolah Perkuat Karakter Siswa

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta kepala sekolah tidak hanya berfokus pada peningkatan capaian akademik, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan kompetensi guru, serta membangun budaya sekolah yang berkualitas. Penegasan itu disampaikan di hadapan sekitar 250 kepala sekolah dasar negeri pada Sarasehan Pendidikan bertema Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua Anak Indonesia di Aula Madilau ADT, Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (16/7/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, amanat konstitusi menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang bermutu. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan pendidikan, khususnya kepala sekolah, memiliki tanggung jawab memastikan layanan pendidikan yang berkualitas dapat dirasakan seluruh anak Indonesia.

“Tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, pendidikan yang bermutu merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan bersama,” ujarnya.

Dalam paparannya, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membangun empat pilar utama untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, yakni penguatan infrastruktur fisik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan budaya sekolah, dan transformasi pembelajaran.

Pada aspek infrastruktur, pemerintah melanjutkan program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi sekolah. Setelah merehabilitasi ribuan sekolah pada tahun sebelumnya, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran untuk memperluas revitalisasi sekolah di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sumbawa.

Selain perbaikan gedung, program tersebut juga mencakup pembangunan perpustakaan, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), ruang guru, toilet, tempat ibadah, saluran air, hingga fasilitas pendukung lain agar lingkungan sekolah menjadi lebih aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Kami ingin sekolah menjadi tempat yang nyaman untuk belajar. Lingkungan belajar yang baik akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.

Di bidang digitalisasi, pemerintah melanjutkan distribusi perangkat teknologi ke sekolah-sekolah. Setelah sebelumnya setiap satuan pendidikan menerima satu perangkat panel interaktif, tahun ini pemerintah menambah alokasi perangkat untuk mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi.

Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Pemerintah, kata dia, menyediakan program beasiswa bagi guru yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana serta memperluas berbagai pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik.

Pelatihan tersebut meliputi pembelajaran mendalam (deep learning), penguasaan coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pendidikan karakter, penguatan kapasitas kepala sekolah, hingga pelatihan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Selain itu, pemerintah mulai menyiapkan pelatihan bahasa Inggris bagi guru sekolah dasar sebagai persiapan penerapan mata pelajaran Bahasa Inggris secara wajib mulai kelas III SD pada 2027.

“Guru harus terus belajar. Kompetensi guru tidak akan meningkat apabila tidak pernah mengikuti pelatihan. Karena itu, berbagai pelatihan kami siapkan dan akan dihitung sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja guru,” ujarnya.

Secara khusus, Abdul Mu’ti meminta kepala sekolah mengaktifkan kembali Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) sebagai wadah peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.

Selain peningkatan kompetensi, Mendikdasmen menaruh perhatian besar pada penguatan karakter peserta didik. Ia menilai berbagai persoalan di dunia pendidikan, seperti kekerasan dan menurunnya kedisiplinan, tidak dapat diselesaikan hanya melalui peningkatan kemampuan akademik.

Karena itu, pemerintah meluncurkan Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang mendorong peserta didik membiasakan bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, hidup disiplin, serta membangun kebiasaan positif lainnya.

“Kecerdasan saja tidak cukup. Pendidikan harus melahirkan manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, memiliki karakter kuat, dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta kepala sekolah membangun budaya sekolah yang positif melalui pembiasaan menyanyikan lagu Indonesia Raya, senam pagi, doa bersama sebelum pembelajaran, serta penguatan kegiatan ekstrakurikuler, termasuk Pramuka sebagai kegiatan wajib.

Menurut Abdul Mu’ti, kepala sekolah memegang peran strategis dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat. Karena itu, ia mengingatkan agar pengelolaan data sekolah dilakukan secara jujur dan akuntabel serta tidak melakukan praktik-praktik administratif yang bertentangan dengan aturan.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di daerahnya. Ia mengatakan Kabupaten Sumbawa telah menerima berbagai program strategis, mulai dari revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, hingga usulan pembangunan sekolah terintegrasi.

Meski demikian, Jarot berharap pemerintah pusat terus memberikan dukungan mengingat luas wilayah Kabupaten Sumbawa dan masih banyaknya sekolah di daerah terpencil yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

“Kami berkomitmen mendukung seluruh kebijakan pemerintah pusat di bidang pendidikan. Namun, masih banyak sekolah yang membutuhkan revitalisasi karena kondisi geografis Kabupaten Sumbawa yang sangat luas,” ujarnya. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts