Dukung Sekolah Rakyat, Sumbawa Siapkan Jalan dan Sumur Bor

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA– Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai menyiapkan infrastruktur pendukung pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan akses jalan menuju lokasi serta penyediaan satu titik sumur bor guna menjamin ketersediaan air bersih sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa, Much Sofyan, S.T, Kamis (9/7/2026), mengatakan penyediaan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan pembangunan Sekolah Rakyat, yang berlokasi di Kecamatan Labuhan Badas. Menurutnya, akses jalan dan air bersih menjadi dua fasilitas dasar yang harus tersedia sebelum proses konstruksi dilaksanakan.

“Untuk infrastruktur pendukung Sekolah Rakyat sudah dialokasikan melalui APBD, yakni pembangunan akses jalan menuju lokasi dan satu titik sumur bor untuk penyediaan air bersih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih akan dilakukan melalui dua sumber. Selain memanfaatkan sumur bor yang dibangun menggunakan APBD, pemerintah daerah juga menyiapkan pasokan dari jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Menurut Sofyan, jaringan PDAM Kabupaten Sumbawa saat ini berakhir di kawasan Simpang Kompi Senapan, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas. Dari titik tersebut, dibutuhkan pembangunan jaringan perpipaan sepanjang lebih dari 400 meter agar air dapat dialirkan menuju lokasi Sekolah Rakyat.

“Pendekatan penyediaan air bersih ada dua sumber. Dari PDAM dan sumur bor. Karena jaringan PDAM saat ini berakhir di Simpang Kompi Senapan, maka diperlukan tambahan jaringan sekitar 400 meter lebih menuju lokasi Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, kapasitas produksi air dari satu titik sumur bor diperkirakan berkisar dua hingga tiga liter per detik. Debit tersebut akan diperkuat dengan suplai air dari PDAM sekitar satu hingga dua liter per detik, sehingga mampu memenuhi kebutuhan selama tahap pra-konstruksi.

Sementara untuk kebutuhan jangka panjang, lanjut Sofyan, pemerintah daerah telah membangun komunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait penyediaan sumber air baku setelah pembangunan Sekolah Rakyat selesai.

“Untuk pasca konstruksi kami sudah mulai berkoordinasi dengan BBWS terkait ketersediaan air baku. Karena kebutuhan air di Sekolah Rakyat diperkirakan mencapai sekitar 10 liter per detik,” katanya.

Ia optimistis kebutuhan air tersebut dapat dipenuhi karena lokasi pembangunan berada di kawasan cekungan air tanah yang memiliki potensi sumber air cukup baik.

“Wilayah itu masuk dalam cekungan air tanah, sehingga secara potensi air sebenarnya tersedia,” tambahnya.

Sofyan menegaskan, penyediaan infrastruktur pendukung harus dipercepat agar tidak menghambat pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat. Tahun 2026 menjadi momentum untuk menuntaskan seluruh sarana pendukung sehingga saat konstruksi dimulai pada 2027, akses jalan maupun layanan air bersih sudah siap dimanfaatkan.

“Kita harus berpacu menyelesaikan sarana pendukung. Pekerjaan harus dilakukan tahun ini agar pada 2027, ketika konstruksi Sekolah Rakyat dimulai, akses jalan dan air bersih sudah tersedia,” tegasnya.

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengusulkan anggaran sekitar Rp400 juta untuk pembangunan satu titik sumur bor. Sementara pembangunan akses jalan menuju lokasi Sekolah Rakyat diperkirakan membutuhkan anggaran lebih dari Rp700 juta yang juga dialokasikan melalui APBD. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts