Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA– Berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai menunjukkan hasil nyata di berbagai sektor. Mulai dari pembangunan infrastruktur, rehabilitasi lahan kritis, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik, seluruh program diarahkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah.
Di tengah berbagai capaian tersebut, pemerintah daerah mengakui masih menghadapi tantangan dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Berdasarkan informasi dari laman resmi Bapperida Kabupaten Sumbawa, hasil survei menunjukkan masih terdapat sebagian warga yang belum mengetahui secara utuh berbagai program prioritas beserta hasil yang telah dicapai. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat strategi komunikasi publik agar manfaat pembangunan dapat diketahui lebih luas.
Selama beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama pemerintah pusat telah merealisasikan investasi pembangunan senilai Rp231 miliar melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas yang menyasar peningkatan infrastruktur, pelayanan dasar, ketahanan pangan, serta pembangunan lingkungan berkelanjutan.
Pada sektor infrastruktur, pemerintah terus memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan dan rehabilitasi jalan maupun jaringan irigasi. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat produktivitas sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Sumbawa.
Hingga saat ini, persentase jalan dalam kondisi mantap telah mencapai 54,11 persen dan terus ditingkatkan secara bertahap. Sementara itu, rehabilitasi jaringan irigasi dilakukan di sejumlah kawasan pertanian guna menjamin ketersediaan air bagi lahan produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan juga diwujudkan melalui Program Sumbawa Hijau Lestari. Hingga pertengahan 2026, program tersebut telah menjangkau 14 kecamatan yang diprioritaskan karena memiliki kawasan dengan tutupan lahan kritis.
Melalui program tersebut, sebanyak 3.250 hektare lahan kritis berhasil direhabilitasi dengan melibatkan 85 Kelompok Tani Hutan. Selain itu, lebih dari 1,2 juta bibit telah ditanam sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat melalui pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan.
Di bidang pelayanan publik, capaian Kabupaten Sumbawa juga menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan Laporan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Semester I Tahun 2026, Kabupaten Sumbawa memperoleh nilai 88,80 dengan kategori A atau Sangat Baik.
Penilaian tersebut diperoleh melalui survei terhadap 6.011 responden yang tersebar pada 135 unit layanan pemerintah. Hasilnya, sebanyak 81,3 persen perangkat daerah berhasil meraih predikat A, sedangkan 63,7 persen unit layanan juga memperoleh kategori A. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.
Sejumlah manfaat pembangunan juga mulai dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Rehabilitasi jaringan irigasi dinilai membantu meningkatkan produktivitas pertanian, pembangunan jalan memperlancar distribusi hasil produksi dan aktivitas ekonomi, sedangkan berbagai program sosial maupun lingkungan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa mengatakan keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang dibelanjakan, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen menghadirkan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berdampak nyata. Data menunjukkan berbagai program telah memberikan hasil yang positif. Tantangan ke depan adalah memastikan informasi tersebut dapat diterima masyarakat secara lebih luas melalui komunikasi publik yang lebih efektif,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memperkuat strategi komunikasi pembangunan melalui publikasi berbasis data, penyebarluasan kisah keberhasilan masyarakat, optimalisasi media digital, serta peningkatan keterbukaan informasi publik. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai program pemerintah sekaligus mendorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan akan mempercepat terwujudnya visi “Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera”. Dengan demikian, setiap program pembangunan tidak hanya tercatat sebagai capaian administratif, tetapi juga menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa. (DS/02)

