Rumah Korban Kebakaran Kalimango akan Dibangun Komprehensif

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA—Harapan baru mulai menyinari para korban kebakaran di Kalimango, Kabupaten Sumbawa. Pemerintah memastikan pembangunan kembali rumah warga yang hangus dilalap api akan segera direalisasikan secara komprehensif. Kepastian tersebut mengemuka usai kunjungan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah, pada Jumat (3/4/2026) lalu.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Syarifah, S.Sos., M.Si., Sabtu (4/4/2026), mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan langsung kondisi masyarakat terdampak. Dalam kesempatan itu, Fahri Hamzah menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran untuk membangun kembali rumah warga yang terbakar.

“Pemerintah sudah menyiapkan anggaran pembangunan rumah warga. Jumlah rumah yang akan dibangun kembali sebanyak 30 unit,” ujar Syarifah, mengutip pernyataan Fahri Hamzah.

Ia menjelaskan, setiap unit rumah diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp50 juta, termasuk pajak. Desain hunian yang akan dibangun berupa rumah panggung atau rumah kayu, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Selain memastikan pembangunan fisik, pemerintah juga menyalurkan bantuan tunai kepada para korban. Sebanyak 30 kepala keluarga yang rumahnya hangus menerima bantuan masing-masing Rp1 juta. Sementara itu, 21 warga terdampak lainnya memperoleh bantuan sebesar Rp500 ribu per orang.

Lebih lanjut, Syarifah menuturkan bahwa pembangunan yang direncanakan tidak sekadar membangun rumah, tetapi juga menciptakan kawasan hunian yang layak dan terintegrasi. Pemerintah, melalui Kementerian PKP dan kementerian teknis terkait, akan melengkapi kawasan tersebut dengan infrastruktur pendukung.

“Rumah yang dibangun nanti bersifat komprehensif, termasuk jaringan listrik yang aman, standar sanitasi, saluran air, hingga pengelolaan sampah,” jelasnya.

Ia menambahkan, kawasan tersebut sebelumnya telah memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Oleh karena itu, pengembangannya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan kementerian terkait agar sesuai standar yang ditetapkan.

Ke depan, kawasan Kalimango direncanakan menjadi kampung percontohan. Rumah yang dibangun minimal bertipe 34 atau 36, dengan penyesuaian berdasarkan luas lahan yang tersedia. Penataan kawasan juga akan memperhatikan pembagian ruang untuk jalan dan lingkungan.

“Lahan akan dibagi sama rata kepada para korban. Nantinya juga akan dilakukan sertifikasi ulang untuk lahan tersebut,” kata Syarifah.

Menurutnya, rencana tersebut telah dibahas dalam rapat bersama pemerintah daerah, termasuk bupati, sekretaris daerah, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Bahkan, telah dibuat berita acara penyerahan lahan kepada pemerintah daerah untuk keperluan pembangunan dan penataan ulang lingkungan.

Dalam prosesnya, penataan kawasan akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, hingga organisasi non-pemerintah (NGO) yang ingin berkontribusi.

Untuk tahapan awal, dalam waktu satu minggu ke depan diharapkan desain pembangunan sudah rampung. Selanjutnya akan dilakukan pembersihan total di area terdampak kebakaran. Setelah lahan diratakan, barulah dilakukan penghitungan luas keseluruhan, dikurangi untuk kebutuhan jalan dan fasilitas umum, sebelum akhirnya dibagi kepada 30 korban.

“Harapannya, dalam waktu dekat seluruh proses ini bisa segera diselesaikan, sehingga masyarakat dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” tutup Syarifah. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts