Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, mencatat volume sampah harian yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Raberas mencapai 100 hingga 200 ton per hari. Namun, keterbatasan armada pengangkut menjadi kendala utama dalam optimalisasi pelayanan persampahan.
Kepala DLH Sumbawa melalui Kepala UPT Persampahan, Yulhaidir, S.H, Rabu (25/3/2026), mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih kekurangan armada dump truck, untuk menunjang operasional pengangkutan sampah.
Menurutnya, UPT Persampahan saat ini hanya didukung 18 unit kendaraan angkutan, terdiri dari dump truck dan arm roll. Selain itu, tersedia tiga unit alat berat berupa satu excavator dan dua buldoser. Namun hanya satu excavator yang beroperasi, sementara dua lainnya mengalami kerusakan.
Disisi sumber daya manusia, DLH mengandalkan 137 tenaga kebersihan berstatus kontrak, serta belasan pegawai negeri sipil. Para petugas bekerja setiap hari tanpa libur, kecuali pada hari raya, dengan sistem kerja bergiliran dalam dua hingga tiga shift untuk setiap armada.
“Setiap hari petugas melakukan pengangkutan sampah dari sejumlah titik di wilayah Kecamatan Sumbawa, Unter Iwes, Moyo Hilir, hingga Moyo Utara, dengan total volume mencapai 100 sampai 200 ton per hari. Selain itu, sekitar 20 hingga 30 ton sampah juga diangkut secara mandiri oleh pihak swasta,” ujarnya.
Ia menambahkan, volume sampah meningkat signifikan selama libur Lebaran. Berdasarkan evaluasi selama dua hari, jumlah sampah yang terkumpul mencapai sekitar 360 ton. Petugas pun telah kembali beroperasi sejak hari pertama pascalibur untuk menangani lonjakan tersebut.
Dengan tingginya volume sampah, pihaknya berharap adanya dukungan pemerintah daerah untuk penambahan armada baru, guna meningkatkan efektivitas pelayanan. Selain itu, perbaikan sarana dan prasarana juga dinilai mendesak. Mengingat kondisi gudang, tempat parkir kendaraan, serta sejumlah bangunan di lingkungan UPT Persampahan mengalami kerusakan. (DS/02)

