Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram dan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi. Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah bersama PT Pertamina (Persero) menyiapkan tambahan alokasi LPG bersubsidi serta memastikan distribusi BBM tetap berjalan stabil.
Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Ivan Indrajaya, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan energi rumah tangga selama momentum hari besar keagamaan.
“Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Pertamina terus berupaya menjaga ketersediaan LPG 3 kilogram di masyarakat. Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, kami mendapatkan tambahan alokasi fakultatif yang akan disalurkan melalui agen dan pangkalan,” ujar Ivan saat dihubungi, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, tambahan alokasi LPG 3 kilogram tersebut akan disalurkan secara bertahap melalui jaringan agen dan pangkalan resmi agar distribusi tetap terkontrol serta dapat menjangkau masyarakat yang berhak menerima.
Menurut Ivan, pada 17 dan 18 Maret 2026 akan disalurkan tambahan alokasi sebesar 74 persen dari kuota harian. Rinciannya masing-masing 37 persen per hari atau sekitar 10 ribu tabung LPG yang didistribusikan kepada masyarakat.
Selanjutnya, pada 19 dan 22 Maret 2026, pemerintah juga menyiapkan tambahan alokasi yang lebih besar, yakni mencapai 174 persen dari kuota harian. Dengan demikian, rata-rata tambahan distribusi mencapai sekitar 87 persen per hari atau setara dengan sekitar 4.408 tabung LPG 3 kilogram per hari.
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan distribusi LPG di lapangan dengan berkoordinasi bersama agen dan pangkalan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran berjalan lancar serta tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerima LPG bersubsidi.
“Distribusi LPG terus kami pantau melalui koordinasi dengan agen dan pangkalan, sehingga penyalurannya bisa berjalan lancar dan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Selain memastikan ketersediaan LPG, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga memantau kondisi pasokan bahan bakar minyak di wilayah tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, stok BBM di Kabupaten Sumbawa saat ini masih dalam kondisi aman.
Pasokan BBM ke wilayah Sumbawa tetap berjalan normal karena kapal pengangkut BBM datang secara berkala sesuai jadwal distribusi.
“Stok BBM aman untuk empat hari ke depan. Kapal pembawa BBM tetap datang sesuai jadwal setiap empat hari, sehingga kami berharap tidak terjadi panic buying di Kabupaten Sumbawa,” katanya.
Ivan juga menegaskan bahwa konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah saat ini tidak berdampak terhadap ketersediaan stok BBM di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Adapun kondisi stok BBM yang tercatat saat ini meliputi Pertalite sebanyak 1.744 kiloliter (KL), BioSolar 3.514 KL, Pertamina Dex 35 KL, serta Pertamax sebanyak 682 KL. Dengan jumlah tersebut, pasokan BBM dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat agar tetap membeli LPG dan BBM sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Dengan stok yang tersedia saat ini, kebutuhan BBM masyarakat di Kabupaten Sumbawa masih dalam kondisi aman menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi,” pungkasnya. (DS/02)

