Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA– Kondisi sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sumbawa menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi peraturan daerah (Sosper) terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang percepatan pemenuhan fasilitas keselamatan jalan. Kegiatan tersebut digelar Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat dari Komisi IV, Fakhruddin, di Yellow Villa, Sabtu (14/3/2026) malam.
Dalam kegiatan itu, Fakhruddin yang akrab disapa Rob menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami pembagian kewenangan pengelolaan jalan antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat. Padahal, pemahaman tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui pihak yang bertanggung jawab terhadap pembangunan maupun perawatan jalan.
“Masih banyak masyarakat yang belum memahami mana kewenangan jalan kabupaten, provinsi, maupun pusat. Ini penting agar pengawasan dari masyarakat juga bisa berjalan,” ujarnya.
Rob yang juga menjabat Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD NTB dari Fraksi Partai NasDem menegaskan, persoalan jalan di Sumbawa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Tetapi juga menyangkut kualitas pekerjaan serta ketersediaan fasilitas keselamatan bagi pengguna jalan.
Ia menilai masih ada sejumlah ruas jalan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, karena kualitas pekerjaan yang kurang optimal. Menurutnya, kualitas jalan harus diperhatikan secara serius sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek di lapangan.
Salah satu persoalan yang kerap terjadi, kata Rob, adalah pengerjaan proyek jalan yang dilakukan pada musim hujan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempengaruhi kualitas hasil pekerjaan sehingga jalan lebih cepat mengalami kerusakan. Selain itu, sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik juga sering menjadi penyebab utama kerusakan jalan.
“Kalau pengerjaan dilakukan saat musim hujan atau drainase tidak berfungsi dengan baik, kualitas jalan tentu akan cepat menurun. Karena itu, perlu ada kontrol bersama agar pembangunan jalan benar-benar berkualitas,” jelasnya.
Ia juga mencontohkan kondisi ruas jalan Lenangguar–Lunyuk di Kabupaten Sumbawa yang disebut menelan anggaran sekitar Rp19 miliar. Namun, menurutnya, kondisi jalan tersebut justru mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat.
“Contohnya jalan Lenangguar–Lunyuk. Anggarannya sekitar Rp19 miliar, tetapi kondisinya sudah rusak dan belum sempat dinikmati masyarakat secara maksimal. Ini tentu menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Rob berharap masyarakat dapat memberikan masukan terhadap substansi Raperda tentang percepatan pemenuhan fasilitas keselamatan jalan yang tengah disusun DPRD NTB. Masukan dari masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan redaksi dalam rancangan peraturan daerah tersebut.
“Sosialisasi ini penting agar masyarakat juga terlibat memberikan masukan. Dengan begitu, redaksi Raperda yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Kegiatan sosialisasi tersebut dipandu akademisi muda Joni Firmansyah yang juga menjabat Ketua OKK DPD Partai NasDem Sumbawa. Turut hadir Bendahara DPD NasDem Sumbawa, Junaedi, S.AP., M.M.Inov, Ketua Bappilu DPD NasDem Sumbawa, Dedi Susanto, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbawa, Nur Hikmah, serta sejumlah peserta dari berbagai unsur masyarakat. (DS/02)

