Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Fahri Hamzah, meninjau langsung hasil penataan kawasan Jempol dan sekitarnya di Labuhan Sumbawa, Selasa (10/3/2026) lalu. Kunjungan tersebut dilakukan, sebagai bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap program penataan kawasan yang dilaksanakan melalui Kementerian PKP.
Peninjauan dilakukan pada sejumlah titik di kawasan Jempol yang terbagi dalam tiga zona, yakni zona 1, zona 2, dan zona 3. Rombongan wakil menteri melihat secara langsung kondisi kawasan setelah pelaksanaan program penataan yang telah dikerjakan sebelumnya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Sumbawa, Dian Sidharta, S.T., M.M, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan hasil pembangunan berjalan sesuai rencana. Sekaligus memantau kondisi kawasan pascapelaksanaan program.
“Pak Wamen PKP bersama rombongan melakukan monitoring dan pengawasan terhadap hasil penataan kawasan Jempol yang meliputi zona 1, zona 2, dan zona 3,” ujar Dian Sidharta, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, program penataan kawasan tersebut merupakan kegiatan Kementerian PKP, yang dilaksanakan melalui Balai Perumahan dan Penataan Permukiman NTB. Program tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025.
Menurut Dian, saat ini proyek penataan kawasan Jempol telah memasuki tahap masa pemeliharaan. Pada tahap ini masih dilakukan sejumlah pembenahan pada beberapa titik yang dinilai memerlukan perbaikan, maupun penataan tambahan. Agar kawasan tersebut dapat berfungsi secara optimal.
“Beberapa bagian masih dirapikan dalam masa pemeliharaan agar hasil penataan kawasan ini benar-benar maksimal,” jelasnya.
Penataan kawasan Jempol mencakup sejumlah infrastruktur pendukung lingkungan permukiman. Salah satunya pembangunan jalur pedestrian yang dimulai dari titik nol di ujung Taman Lembi hingga ke muara Kali Labuhan Sumbawa, kemudian dilanjutkan hingga kawasan Pantai Saliper Ate.
Selain pembangunan jalur pedestrian, program tersebut juga mencakup peningkatan fasilitas sanitasi berbasis stimulan bagi masyarakat yang tinggal di ketiga zona kawasan tersebut.
Menurut Dian, program penataan kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, sekaligus memperbaiki kondisi sanitasi masyarakat. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari program pengurangan kawasan kumuh di wilayah pesisir Labuhan Sumbawa.
“Harapannya tentu terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di kawasan ini, sekaligus mengurangi tingkat kekumuhan lingkungan,” katanya.
Dian menambahkan, kunjungan Wakil Menteri PKP tersebut juga dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyampaikan sejumlah usulan program lanjutan bagi pengembangan kawasan Jempol dan sekitarnya.
Beberapa rencana pengembangan yang diusulkan antara lain pembangunan jembatan penghubung antar kawasan serta penataan sejumlah titik yang belum tertangani dalam program sebelumnya.
Ia berharap pengembangan kawasan Jempol dapat dilakukan secara terintegrasi sehingga tidak hanya memperbaiki kondisi lingkungan permukiman, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.
“Jika kawasan ini terintegrasi dengan baik, maka selain memperbaiki lingkungan permukiman, juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Dian. (DS/02)

