Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, menargetkan total produksi padi dan jagung pada musim tanam (MT) 2025/2026 mencapai 771.867,30 ton. Target tersebut dinilai realistis, seiring capaian realisasi tanam dan panen yang terus menunjukkan perkembangan positif.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si, Rabu (4/3/2026), menjelaskan bahwa terdapat empat komoditas unggulan yang menjadi andalan petani. Yakni padi, jagung, bawang merah, dan cabai rawit. Keempat komoditas tersebut diproyeksikan mampu memenuhi target produksi tahun 2026.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi hingga 2 Maret 2026, realisasi tanam dan panen padi tercatat seluas 55.849,96 hektare. Adapun sasaran tanam tahun 2026 ditetapkan seluas 73.281 hektare dengan rencana produksi mencapai 290.121,30 ton.
Sementara itu, untuk komoditas jagung, realisasi tanam dan panen mencapai 74.964 hektare dari target tanam 100.329 hektare. Produksi jagung pada 2026 ditargetkan sebesar 481.746 ton.
“Dari rencana target tanam dan produksi khususnya padi dan jagung tahun 2026, totalnya mencapai sekitar 771.867,30 ton. Kami optimistis target ini dapat tercapai,” ujarnya.
Selain dua komoditas utama tersebut, bawang merah juga mencatat realisasi tanam dan panen seluas 3.060,30 hektare dengan proyeksi produksi 30.807,54 ton. Sedangkan cabai rawit terealisasi seluas 666,50 hektare dengan produksi mencapai 7.492,68 ton.
Wayan menyebutkan, optimisme pencapaian target produksi tidak terlepas dari dukungan pemerintah melalui penyediaan benih unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pendampingan rutin oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL).
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan petani menjadi kunci dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas. (DS/02)

