Poultry Industry Segera Ground Breaking

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersiap merealisasikan pembangunan Poultry Industry atau industri unggas terintegrasi yang direncanakan akan segera memasuki tahap peletakan batu pertama atau ground breaking. Proyek strategis ini diharapkan menjadi penggerak baru perekonomian daerah sekaligus membuka peluang kerja dan usaha bagi masyarakat.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengatakan pemerintah daerah telah menerima informasi dari kementerian terkait rencana ground breaking industri unggas terintegrasi tersebut. Saat ini, seluruh persiapan di tingkat daerah telah dilakukan, terutama yang berkaitan dengan kesiapan lahan.

“Kami sudah menerima informasi dari kementerian bahwa akan ada ground breaking unggas terintegrasi. Insyaallah, semua hal yang berhubungan dengan persiapan lahan sudah kami siapkan, tinggal menunggu kepastian dari pusat terkait jadwal tentatif, yang informasinya tanggal 29,” ujar Bupati Jarot, Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, lahan yang disiapkan untuk proyek tersebut seluas sekitar 10 hektare. Lahan tersebut merupakan bagian dari aset milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat seluas 41 hektare, yang sebagian akan dimanfaatkan khusus untuk pengembangan industri unggas terintegrasi.

“Dari total lahan 41 hektare milik provinsi, sekitar 10 sampai 12 hektare akan kita gunakan untuk industri unggas terintegrasi,” katanya.

Bupati Jarot mengakui, cukup banyak daerah lain yang juga menginginkan program strategis nasional tersebut. Namun demikian, Kabupaten Sumbawa masih masuk dalam daftar penerima program, berkat komitmen dan kesiapan daerah dalam mendukung investasi.

“Memang banyak daerah yang ingin mendapatkan program ini, tetapi insyaallah Sumbawa masih berada di dalam list,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa kehadiran industri unggas terintegrasi akan membawa dampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal. Menurutnya, industri ini tidak hanya menyerap tenaga kerja secara langsung, tetapi juga membuka peluang usaha turunan di berbagai sektor.

“Kalau sudah ada industri, pasti membutuhkan tenaga kerja. Baik yang bekerja langsung di industri, maupun peluang usaha yang akan muncul. Ketika sudah menghasilkan DOC atau day old chick, bayi ayam yang dihasilkan di Sumbawa, maka akan banyak peternak, UMKM, kelompok, hingga koperasi yang melakukan budi daya ayam, baik petelur maupun pedaging, termasuk ayam pejantan,” jelasnya.

Dengan adanya fasilitas penetasan dan produksi DOC di Sumbawa, rantai usaha peternakan unggas diharapkan dapat tumbuh secara terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Terkait jumlah tenaga kerja yang akan terserap, Bupati Jarot menyebut belum dapat memastikan secara rinci karena proyek tersebut sepenuhnya merupakan investasi pihak perusahaan. Namun, ia menegaskan bahwa peluang kerja yang tercipta akan cukup besar, seiring dengan skala investasi yang digelontorkan.

“Secara pasti jumlah tenaga kerja belum bisa saya sampaikan, karena ini perusahaan yang berinvestasi. Tapi jelas akan cukup banyak. Untuk satu kluster di NTB, nilai investasinya sekitar 1,3 triliun rupiah. Dengan skala sebesar itu, tentu akan tercipta banyak peluang kerja dan peluang usaha,” katanya. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts