Unram Perkuat Kemitraan Pendidikan dengan China, Dorong Kolaborasi Berbasis SDGs

Dinamikasumbawa.com

MATARAM – Universitas Mataram (Unram) memperkuat jejaring internasional dengan sejumlah perguruan tinggi di China melalui rangkaian kunjungan pada 28 Agustus hingga 3 September 2026. Unram mendorong kemitraan tersebut tidak berhenti pada kesepakatan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi program konkret di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, mobilitas akademik, hingga kerja sama dengan dunia industri.

Dalam rangkaian kunjungan itu, Unram mendatangi Beijing Wuzi University, Nanchang Medical College, Shangrao Normal University, dan Zhejiang Technical Institute of Economics. Rombongan Unram membahas peluang kerja sama dengan masing-masing perguruan tinggi, termasuk pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, konferensi internasional, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas akademik.

Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., mengatakan kunjungan tersebut membuka ruang pertemuan yang lebih luas antara institusi pendidikan tinggi Indonesia dan China. Menurut dia, kemitraan internasional tidak hanya mempertemukan dua institusi, tetapi juga membuka interaksi antara dua budaya dan dua negara dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Pertemuan dua hari dengan dua universitas berbeda bukan hanya pertemuan dua institusi, melainkan pertemuan dua budaya dan dua negara yang sama-sama memiliki komitmen kuat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, dan inovasi,” ujar Sukardi.

Unram dan mitra perguruan tinggi China membahas sejumlah skema mobilitas akademik yang dapat diikuti mahasiswa dan dosen. Program tersebut mencakup student exchange, academic mobility, joint supervision, magang, konferensi internasional, hingga penelitian dan publikasi bersama.

Zhejiang Technical Institute of Economics menyatakan kesiapan mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program pembelajaran di Unram. Rencana tersebut membuka peluang bagi kedua perguruan tinggi untuk memperluas pertukaran mahasiswa sekaligus memperkuat pengalaman akademik lintas negara.

Unram juga menjajaki peluang kerja sama dengan Shangrao Normal University dalam program magang mahasiswa di perusahaan-perusahaan China. Program itu mencakup peluang magang pada industri energi terbarukan dan pertambangan.

Kerja sama magang tersebut dapat memberi mahasiswa pengalaman langsung mengenai lingkungan kerja internasional. Mahasiswa juga berkesempatan mempelajari teknologi, manajemen, serta inovasi yang berkembang dalam industri di China.

Selain memperkuat kerja sama akademik, Unram melihat peluang kemitraan dengan industri China untuk mendukung pengembangan sejumlah sektor strategis di Nusa Tenggara Barat (NTB). Beberapa sektor yang menjadi perhatian meliputi energi terbarukan, ketahanan pangan, perubahan iklim, dan pariwisata.

Rektor Unram menegaskan pihaknya ingin mengarahkan setiap kerja sama internasional menuju agenda yang jelas dan dapat dijalankan. Unram tidak ingin kesepakatan antarlembaga berhenti sebagai dokumen kerja sama tanpa program lanjutan.

Revitalisasi Kerja Sama dengan Beijing Wuzi University

Dalam kunjungan ke Beijing Wuzi University, Unram kembali memperkuat kerja sama yang sebelumnya telah dibangun kedua institusi. Pertemuan tersebut membahas revitalisasi berbagai program agar kemitraan dapat berjalan lebih aktif dan menghasilkan kegiatan yang terukur.

Sukardi menekankan pentingnya menerjemahkan kesepakatan kelembagaan ke dalam program yang memberi manfaat langsung bagi sivitas akademika.

“Sebuah perjanjian tidak boleh hanya sekadar menjadi sebuah dokumen. Perjanjian itu harus menjadi kemitraan yang hidup,” tegasnya.

Unram mengarahkan kerja sama dengan Beijing Wuzi University pada sejumlah program. Kedua pihak membahas student exchange, academic mobility, penelitian dan pengabdian bersama, konferensi internasional, program magang di China, joint supervision, serta peluang beasiswa bagi dosen Unram.

Kerja sama tersebut juga membuka ruang bagi dosen dan peneliti Unram untuk memperluas jaringan akademik. Melalui penelitian bersama dan publikasi internasional, Unram dapat mempertemukan kapasitas peneliti dari kedua negara dalam mengembangkan kajian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Keterbatasan waktu tidak mengurangi esensi pertemuan. Justru, pertemuan yang terarah dan produktif harus mampu melahirkan agenda yang konkret, terukur, dan berkelanjutan,” ungkap Sukardi.

Unram kemudian mengunjungi Nanchang Medical College untuk menjajaki peluang kolaborasi di bidang akademik dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Pertemuan tersebut memperluas cakupan jejaring Unram dengan perguruan tinggi China, termasuk dalam pengembangan kerja sama pendidikan dan keilmuan.

Dorong Kolaborasi Berbasis SDGs

Unram juga mengaitkan penguatan kerja sama internasional tersebut dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Sejumlah program yang dibahas bersama perguruan tinggi dan mitra industri China memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Program pertukaran mahasiswa, mobilitas akademik, magang, joint supervision, serta pengembangan kapasitas dosen mendukung SDG 4 atau Quality Education melalui peningkatan kompetensi dan pengalaman pembelajaran global.

Pada bidang penelitian dan inovasi, Unram mengarahkan kerja sama publikasi, pengembangan teknologi, serta penelitian bersama untuk mendukung SDG 9 tentang Industry, Innovation and Infrastructure.

Kerja sama di bidang energi terbarukan, ketahanan pangan, dan perubahan iklim juga membuka ruang kontribusi terhadap SDG 2 atau Zero Hunger serta SDG 13 tentang Climate Action. Unram dapat menghubungkan kapasitas akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah melalui penelitian dan inovasi pada sektor-sektor tersebut.

Sementara itu, penguatan kemitraan antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat sejalan dengan SDG 17 tentang Partnerships for the Goals. Pola kerja sama lintas negara tersebut membuka peluang bagi Unram untuk memperluas jejaring sekaligus menghubungkan aktivitas akademik dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan daerah.

Rangkaian kunjungan Unram ke China berlangsung dengan agenda pertemuan antarlembaga, penjajakan program akademik, serta pembahasan peluang kerja sama dengan dunia industri. Unram mengarahkan kemitraan tersebut pada program student exchange, penelitian bersama, magang, publikasi ilmiah, pengembangan kapasitas dosen, dan kerja sama sektor strategis di NTB. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts