Tiga Ibu di Sumbawa Tewas di Awal Tahun

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA- Awal tahun 2026 menjadi peringatan serius bagi kesehatan ibu di Kabupaten Sumbawa. Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa mencatat tiga kasus kematian ibu (AKI) sejak Januari, menyamai total angka sepanjang tahun 2025. Data ini mengingatkan kembali perlunya perhatian ekstra terhadap pelayanan kesehatan ibu hamil dan persalinan.

Kepala Dikes Sumbawa melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Abadi Abdullah, menjelaskan, tren kematian ibu sempat menurun dari 9 kasus pada 2024 menjadi 3 kasus di 2025. Namun, angka awal tahun ini menunjukkan bahwa risiko masih nyata. “Secara angka, Alhamdulillah sempat turun, tapi di 2026 ini awal tahun sudah menyamai angka 2025. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Menurut dr. Abadi, sejumlah faktor menjadi penyebab kematian ibu. Di antaranya adalah ibu hamil yang tidak rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, serta ibu hamil di atas usia 36 tahun yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi. Kondisi geografis juga memperparah risiko, terutama bagi warga di wilayah terpencil seperti Pulau Medang. Akses terbatas, cuaca buruk, dan jarak jauh menuju fasilitas kesehatan menyebabkan keterlambatan penanganan, bahkan dalam kondisi darurat. “Contohnya, rujukan pasien malam hari di bulan Januari menghadapi hujan dan ombak besar. Lama perjalanan ke rumah sakit membuat penanganan terlambat,” jelasnya.

Dikes Sumbawa pun mengambil langkah strategis untuk menekan angka kematian ibu. Tahun ini, seluruh petugas medis di puskesmas diberi pelatihan dan on job training (OJT) langsung di rumah sakit, khususnya untuk menangani pasien dengan kondisi kritis. dr. Abadi menekankan pentingnya pengalaman langsung bagi petugas agar tidak hanya mengandalkan teori. “Kami fokus membekali mereka agar mampu menangani kasus gawat di lapangan, terutama bagi ibu hamil di lokasi terpencil,” imbuhnya.

Dinas Kesehatan berharap masyarakat, khususnya keluarga calon ibu, lebih proaktif melakukan pemeriksaan rutin ke puskesmas. Penanganan dini dan persiapan melahirkan di fasilitas kesehatan menjadi kunci untuk menekan risiko. Dr. Abadi juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca dan akses yang sulit menjadi tantangan serius, sehingga sinergi antara masyarakat dan tenaga medis sangat diperlukan.

Kematian tiga ibu di awal tahun ini menjadi alarm bagi semua pihak. Tidak hanya petugas kesehatan, tetapi juga pemerintah daerah dan masyarakat, agar lebih serius dalam memastikan keselamatan ibu hamil dan persalinan. Tanpa langkah preventif yang tegas, risiko kematian ibu bisa meningkat, mengulang sejarah yang sempat menurun namun kini kembali mengkhawatirkan. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

More Stories

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts