Sumbawa Terpilih Jadi Lokasi Sekolah Terintegrasi Nasional

Dinamikasumbawa.com

SSUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan kesiapannya dalam mendukung rencana pembangunan Sekolah Terintegrasi jenjang SD, SMP, dan SMA yang menjadi program prioritas Kementerian Pendidikan, Menengah, dan Pendidikan Dasar. Kabupaten Sumbawa bahkan telah masuk dalam daftar nasional sebagai salah satu dari tujuh daerah yang terverifikasi secara administrasi.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menjelaskan bahwa Sekolah Terintegrasi berbeda dengan sekolah umum maupun program pendidikan lain. Sekolah ini dirancang untuk menampung peserta didik dari kelompok masyarakat menengah ke bawah yang berprestasi, dengan seluruh proses pengelolaannya ditangani langsung oleh pemerintah pusat.

“Sekolah terintegrasi ini mencakup SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan. Diperuntukkan bagi anak-anak dari golongan menengah ke bawah yang punya prestasi, untuk digembleng langsung oleh negara dalam satu sistem pendidikan yang terpusat,” jelas Jarot, Senin (9/2/2026).

Menurut Bupati, konsep Sekolah Terintegrasi juga berbeda dengan Sekolah Rakyat maupun Sekolah Garuda. Sekolah Rakyat berada di bawah Kementerian Sosial dan diperuntukkan bagi masyarakat dengan tingkat kemiskinan ekstrem, sedangkan Sekolah Garuda berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi dan menyeleksi siswa terbaik secara nasional.

“Kalau Sekolah Rakyat itu untuk masyarakat yang benar-benar miskin, tanpa syarat prestasi. Sekolah Garuda itu seleksi nasional untuk anak-anak terpintar se-Indonesia. Nah, Sekolah Terintegrasi ini berada di tengah, untuk kelompok menengah ke bawah yang berprestasi,” ungkapnya.

Pemkab Sumbawa telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare di sekitar kawasan Batalyon NTP sebagai calon lokasi pembangunan. Seluruh persyaratan administrasi, termasuk penetapan koordinat lahan dan dokumen pendukung, telah diselesaikan dan disampaikan ke kementerian terkait.

“Saat ini tugas kita di daerah adalah memastikan semua persyaratan sudah terpenuhi. Soal keputusan akhir, itu menjadi kewenangan kementerian karena harus mengurasi seluruh Indonesia,” tutur Jarot.

Bupati menegaskan, proses ini tidak bisa hanya mengandalkan pendaftaran semata, tetapi harus dikawal serius melalui koordinasi, konsolidasi, dan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat.

“Bayangkan, dari lebih 500 kabupaten/kota di Indonesia, hanya sekitar 20 Sekolah Terintegrasi yang akan dibangun. Kalau kita bisa dapat satu saja, itu sudah sangat luar biasa. Maka ini harus betul-betul kita kawal dari awal sampai akhir,” tegas Jarot.

Ia menambahkan optimisme bahwa dengan pengawalan yang konsisten, Kabupaten Sumbawa memiliki peluang besar untuk terealisasi sebagai lokasi pembangunan Sekolah Terintegrasi. Sekolah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah secara signifikan.

“Insya Allah rencananya tahun ini, meskipun waktu pastinya masih menunggu keputusan pusat. Yang jelas, kita di daerah tidak boleh lengah,” jelas Jarot menutup wawancara. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts