Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa masih menghadapi kekurangan tenaga pendidik, khususnya guru agama dan guru olahraga, di berbagai satuan pendidikan. Kondisi ini dinilai memengaruhi pemerataan layanan pendidikan, sehingga diharapkan dapat diatasi melalui rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., mengungkapkan bahwa hingga awal 2026, kebutuhan guru agama dan guru olahraga di daerah ini belum terpenuhi secara optimal.
“Jumlah guru agama dan guru olahraga di Sumbawa saat ini masih dirasakan kurang. Ke depan, kami berharap melalui rekrutmen CPNS bisa ada penambahan tenaga guru,” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (6/1/2026).
Budi Sastrawan yang akrab disapa Busas menjelaskan, pihaknya telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumbawa terkait persoalan tersebut. Ia berharap dalam rekrutmen CPNS 2026, formasi guru agama, guru olahraga, dan guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat diakomodasi secara memadai.
“Kami berharap jumlah formasi guru agama, guru olahraga, dan guru TIK bisa ditingkatkan, terutama jumlah tenaga guru yang diterima agar mampu menjawab kebutuhan di lapangan,” katanya.
Busas juga memaparkan kondisi satuan pendidikan dan sumber daya manusia di bawah naungan Dikbud Sumbawa. Hingga awal 2026, tercatat sebanyak 600 TK dan PAUD, 379 sekolah dasar (SD), serta 119 sekolah menengah pertama (SMP) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.
Sementara itu, jumlah total pegawai di lingkungan Dikbud Sumbawa mencapai sekitar 5.400 orang, terdiri atas aparatur sipil negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), PPPK paruh waktu, serta tenaga teknis lainnya yang bertugas di sekolah maupun di kantor dinas.
“Jumlah tersebut tersebar di seluruh sekolah dan di lingkungan Dikbud, namun untuk beberapa mata pelajaran tertentu masih belum seimbang dengan kebutuhan,” paparnya.
Terpisah, Kepala BKPSDM Kabupaten Sumbawa, Budi Santoso, S.Sos., M.Si., membenarkan bahwa Kabupaten Sumbawa masih kekurangan guru agama, guru olahraga, dan guru TIK. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah mengusulkan penambahan formasi tenaga guru pada rekrutmen CPNS tahun 2026.
“Kami sudah mengusulkan ke pemerintah pusat agar formasi tenaga guru, khususnya guru agama, guru olahraga, dan guru TIK dapat ditingkatkan. Selain itu, juga diusulkan formasi dokter dan tenaga teknis lainnya,” jelasnya.
Menurut Budi Santoso, saat ini Pemkab Sumbawa masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait kebijakan dan jadwal rekrutmen CPNS tahun 2026. Ia berharap usulan formasi yang telah disampaikan dapat diakomodasi sesuai kebutuhan daerah.
“Kita masih menunggu petunjuk dari pusat terkait rekrutmen CPNS 2026 ini. Tentu kita berharap apa yang diusulkan bisa diakomodasi,” pungkasnya. (DS/02)

