Sumbawa Gencarkan Vaksinasi PMK

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menggencarkan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebagai upaya pengendalian dan pencegahan penyebaran penyakit pada hewan ternak. Upaya tersebut dilakukan setelah daerah ini menerima tambahan pasokan vaksin dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Rini Handayani, mengatakan Kabupaten Sumbawa telah menerima sebanyak 12.500 dosis vaksin PMK. Jumlah tersebut diperuntukkan bagi 12.500 ekor ternak rentan, seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba.

Menurut Rini, vaksinasi PMK merupakan langkah strategis untuk melindungi populasi ternak dan menjaga stabilitas sektor peternakan di Kabupaten Sumbawa. Hingga saat ini, proses vaksinasi di lapangan masih terus berlangsung dan telah menjangkau lebih dari 6.000 ekor ternak.

“Dari total vaksin yang diterima, saat ini sudah lebih dari 6.000 ekor ternak yang berhasil divaksin. Jumlah ini akan terus bertambah karena kegiatan vaksinasi masih berjalan di lapangan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, idealnya cakupan vaksinasi PMK harus mencapai minimal 70 persen dari total populasi ternak agar terbentuk kekebalan kelompok. Namun, sebagian ternak di Sumbawa telah menerima vaksin pada tahun sebelumnya. Meski demikian, ternak tersebut tetap harus mendapatkan vaksin ulang sesuai jadwal, yang direncanakan kembali pada bulan Juni mendatang.

Untuk tahun ini, lanjut Rini, capaian vaksinasi dari 12.500 dosis yang tersedia telah mencapai sekitar 50 persen. Ia optimistis target vaksinasi dapat tercapai apabila mendapat dukungan penuh dari para peternak.

Rini menekankan bahwa keberhasilan program vaksinasi PMK sangat bergantung pada partisipasi aktif peternak. Ia berharap peternak bersedia mengumpulkan ternaknya sesuai jadwal dan lokasi vaksinasi yang telah ditentukan oleh petugas.

“Vaksinasi tidak akan optimal tanpa peran serta peternak. Kami berharap para peternak dapat proaktif dan memudahkan petugas saat pelaksanaan vaksinasi di lapangan,” katanya.

Selain PMK, Disnakeswan Sumbawa juga mengingatkan potensi munculnya penyakit ternak lain di tengah musim penghujan. Beberapa penyakit seperti Septicaemia Epizootica (SE) dan kembung atau bloat kerap terjadi pada kondisi cuaca basah dan lembap.

Oleh karena itu, peternak diminta lebih peka dan rutin memantau kondisi kesehatan ternaknya. Rini menyebutkan, pemberian pakan dan perawatan yang baik, termasuk pemanfaatan ramuan herbal yang sudah menjadi kebiasaan peternak lokal, dapat membantu meningkatkan daya tahan ternak terhadap penyakit.

“Kami siap melakukan penanganan dan pengobatan apabila ada laporan dari masyarakat terkait ternak yang sakit. Yang terpenting, peternak segera melapor agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” pungkasnya.

Melalui percepatan vaksinasi PMK dan peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit ternak lainnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap kesehatan ternak tetap terjaga dan aktivitas peternakan masyarakat dapat berjalan dengan aman dan produktif. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts