Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA — Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sumbawa tinggal menunggu satu tahapan lagi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memastikan seluruh readiness criteria (RC) atau dokumen persiapan pembangunan sekolah tersebut telah dipenuhi setelah menjalani pemeriksaan bersama Kementerian Sosial (Kemensos).
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, Rabu (26/8/2026) mengatakan Pemkab Sumbawa mengikuti desk bersama Kemensos pada 13 dan 14 Agustus lalu. Dalam agenda tersebut, pemerintah daerah melakukan pengecekan terhadap 27 item RC yang menjadi persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat.
“Pada tanggal 13 dan 14 Agustus kemarin Kabupaten Sumbawa diundang oleh Kementerian Sosial untuk melakukan desk. Saya sendiri yang hadir melakukan desk selama dua hari,” kata Suharmaji.
Ia menjelaskan, tim melakukan pemeriksaan terhadap seluruh dokumen yang menjadi bagian dari 27 item RC. Pemeriksaan tersebut mencakup berbagai kebutuhan yang harus disiapkan pemerintah daerah sebelum pembangunan fisik Sekolah Rakyat dimulai.
Menurut Suharmaji, hasil pemeriksaan menunjukkan dokumen persiapan yang menjadi tanggung jawab Pemkab Sumbawa telah lengkap. Kondisi itu membuat usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Sumbawa dapat melanjutkan proses ke tahapan berikutnya.
“Dari dokumen-dokumen itu, alhamdulillah, semuanya sudah kita persiapkan,” ujarnya.
Pemkab Sumbawa kini tinggal menunggu tahapan lanjutan yang dilakukan pemerintah pusat. Pemerintah daerah memperkirakan pencanangan pembangunan Sekolah Rakyat tahap III akan berlangsung secara nasional pada Oktober mendatang.
Suharmaji menyebut Sumbawa masuk dalam 67 kabupaten/kota yang berada pada tahap III pembangunan Sekolah Rakyat. Program tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan Sekolah Rakyat di 250 lokasi.
“Diperkirakan nanti di bulan Oktober, mudah-mudahan sudah mulai dilakukan pencanangan secara nasional terhadap 67 kabupaten/kota yang masuk dalam tahap III dari 250 lokasi pembangunan SR,” katanya.
Ia membandingkan perkembangan tersebut dengan Kabupaten Lombok Utara yang masuk dalam tahap II. Di daerah tersebut, pembangunan Sekolah Rakyat sudah mulai berjalan. Pemkab Sumbawa berharap tahapan serupa segera berlangsung setelah pencanangan nasional untuk tahap III.
“Untuk tahap II itu Lombok Utara sudah mulai terbangun dan kita berharap nanti di bulan Oktober sudah mulai kegiatan-kegiatan lapangan,” ujar Suharmaji.
Sambil menunggu tahapan pembangunan dari pemerintah pusat, Pemkab Sumbawa juga mulai menyiapkan infrastruktur pendukung di lokasi. Pemerintah daerah telah mengerjakan pembangunan akses jalan menuju lokasi Sekolah Rakyat.
Akses tersebut menghubungkan jalan negara dengan lokasi pembangunan sekolah. Panjang jalan yang disiapkan mencapai sekitar 350 meter.
Pemkab Sumbawa juga membangun sumur bor di kawasan tersebut. Infrastruktur air itu disiapkan untuk mendukung kebutuhan selama pelaksanaan pembangunan maupun kegiatan Sekolah Rakyat nantinya.
“Untuk mendukung itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa sudah juga melakukan pelaksanaan kegiatan di lapangan berupa pembangunan akses jalan dari jalan negara sampai dengan lokasi lebih kurang 350 meter. Yang kedua juga pembangunan sumur bor dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan pembangunan di Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Suharmaji mengatakan, Pemkab Sumbawa telah menyediakan lahan seluas 15 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Pemerintah daerah, selanjutnya menunggu tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan desain kawasan dan menentukan kebutuhan bangunan serta prasarana strategis di atas lahan tersebut.
“Untuk Sumbawa kita sediakan lahan 15 hektare dan mudah-mudahan nanti akan dilakukan desain oleh tim dari Kementerian PUPR, terutama prasarana strategis,” katanya.
Ia menyebut, desain tersebut nantinya akan menentukan sejumlah bangunan yang dibutuhkan dalam kawasan Sekolah Rakyat. Pemkab Sumbawa masih menunggu rancangan teknis dari pemerintah pusat untuk mengetahui komposisi pembangunan secara lebih terperinci.
Sekolah Rakyat yang akan dibangun di Sumbawa dirancang untuk menampung sekitar 2.520 hingga 3.000 siswa. Program pendidikan tersebut mencakup jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Kehadiran Sekolah Rakyat, juga mendorong Pemkab Sumbawa menyiapkan proses penjaringan calon siswa. Dinas Sosial bersama pemerintah daerah akan mulai melakukan persiapan terkait peserta didik setelah pemerintah pusat menetapkan tahapan dan mekanisme pelaksanaannya.
“Intinya bahwa SR ini akan meliputi sekitar lebih kurang 2.520 sampai 3.000 siswa, mulai dari SD, SMP dan SMA,” kata Suharmaji.
Pemkab Sumbawa menilai, program tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah juga melihat Sekolah Rakyat sebagai peluang untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sumbawa dan Pulau Sumbawa.
Suharmaji mengatakan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait, agar seluruh persiapan yang menjadi kewenangan daerah berjalan sesuai tahapan. Pemkab Sumbawa, juga akan menyiapkan kebutuhan di lapangan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan setelah pemerintah pusat memulai tahap III.
“Ini merupakan berkah bagi Kabupaten Sumbawa dalam upaya kita meningkatkan sumber daya manusia yang ada, baik di Kabupaten Sumbawa maupun yang ada di Pulau Sumbawa,” ujarnya.
Saat ini, Kemensos bersama Kementerian PUPR masih menjalankan proses penetapan lokasi dan persiapan pembangunan, untuk daerah yang masuk tahap III. Pemkab Sumbawa menempatkan kelengkapan 27 item RC sebagai salah satu modal utama untuk melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut ke tahapan berikutnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah mulai menyiapkan penjaringan calon siswa melalui Dinas Sosial. Proses tersebut akan menyesuaikan dengan ketentuan dan penetapan pemerintah pusat, terkait pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumbawa. (DS/02)

