Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Pemerintah terus mendorong pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui kehadiran Sekolah Garuda. Dimana sekolah ini merupakan program strategis nasional, yang dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI, Stella Cristhie, menegaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan bentuk keseriusan Presiden, dalam memastikan generasi muda memperoleh pendidikan yang layak dan berdaya saing global.
Stella mengungkapkan, gagasan Sekolah Garuda diajukan pada Mei 2025 dan mendapat persetujuan langsung dari Presiden Republik Indonesia. Pembentukan sekolah ini, kata dia, telah melalui proses riset yang mendalam, baik dari sisi kebutuhan pendidikan nasional maupun tantangan global yang dihadapi generasi muda Indonesia.
“Sekolah Garuda diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Presiden memiliki komitmen kuat agar anak-anak bangsa, tanpa memandang latar belakang sosial dan wilayah, bisa mendapatkan pendidikan yang benar-benar bermutu,” ujarnya di hadapan Bupati Sumbawa, Wakil Bupati Sumbawa dan sejumlah pejabat lingkup Pemkab Sumbawa, saat berkunjung ke Sumbawa, Kamis (8/1/2026).
Melalui Sekolah Menengah Atas (SMA) Garuda, terang Stella, pemerintah menargetkan lahirnya lulusan yang mampu diterima di perguruan tinggi internasional ternama. Untuk mendukung hal tersebut, para siswa akan mendapatkan kurikulum pengayaan yang dirancang khusus guna memperkuat kapasitas akademik, karakter, serta kemampuan berpikir kritis dan riset.
Stella menjelaskan, Sekolah Garuda dibangun di atas tiga pilar utama. Antara lain pemerataan pendidikan berkualitas. Selama ini, pendidikan yang layak dinilai masih lebih mudah diakses oleh kalangan tertentu. Karena itu, Presiden menginginkan adanya perluasan akses agar seluruh anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya.
Sebagai bentuk keberpihakan terhadap pemerataan, sekitar 80 persen siswa Sekolah Garuda akan menerima beasiswa penuh. Kebijakan ini ditujukan agar siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengenyam pendidikan unggulan tanpa terbebani biaya.
Menariknya, kata Stella, sebagian besar Sekolah Garuda tidak dibangun di kota-kota besar, melainkan di kota kecil dan desa. Menurut Stella, kebijakan ini sengaja diambil agar siswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga mengasah empati, kepemimpinan, serta memahami keberagaman sosial dan potensi lokal.
“Melalui kegiatan riset dan interaksi sosial, para siswa diharapkan bisa ikut membantu pengembangan potensi daerahnya. Ini penting untuk membangun karakter kepemimpinan dan kepekaan sosial terhadap bangsa,” jelasnya.
Presiden juga menyiapkan beasiswa luar negeri bagi lulusan Sekolah Garuda yang berprestasi dan membutuhkan. Beasiswa tersebut diharapkan menjadi jembatan bagi generasi muda Indonesia untuk menempuh pendidikan di universitas-universitas top dunia.
Dalam pelaksanaannya, Sekolah Garuda memiliki dua skema, yakni sekolah yang dibangun dari awal dan Sekolah Garuda Transformasi. Untuk skema transformasi, pemerintah memberikan program pembinaan kepada sekolah-sekolah berprestasi agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan membuka peluang bagi siswanya diterima di perguruan tinggi internasional.
Stella menyebutkan, saat ini sudah ada lulusan Sekolah Garuda Transformasi yang berhasil diterima di universitas ternama dunia. Hal ini menjadi bukti bahwa program tersebut berjalan sesuai dengan visi yang ditetapkan.
Keseriusan Presiden dalam memberikan akses pendidikan tercermin dari besarnya dukungan anggaran. “Anggaran pendidikan yang diberikan tidak sedikit, dan kualitasnya luar biasa,” kata Stella.
Ia menambahkan, anggaran revitalisasi sekolah tahun ini akan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp19 triliun.
Program Sekolah Garuda juga dirancang berkesinambungan. Siswa berprestasi dari sekolah rakyat, misalnya, dapat langsung melanjutkan pendidikan ke Sekolah Garuda. Selain itu, keberadaan sekolah berasrama ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan keterlibatan masyarakat sekitar.
Dengan konsep tersebut, lanjut Stella, Sekolah Garuda tidak hanya menjadi pusat pendidikan unggulan. Tetapi juga instrumen pemerataan pembangunan manusia dan wilayah. Sejalan dengan visi Presiden untuk membangun Indonesia secara menyeluruh melalui pendidikan.
Sementara itu, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, memaparkan potensi dan keunggulan di Kabupaten Sumbawa. Pembangunan proyek strategis dan pengembangan daerah juga ikut dipaparkan.
Diketahui, rencananya akan dibangun satu Sekolah Garuda di Kabupaten Sumbawa. Dalam hal ini, Pemda Sumbawa telah mengajukan dua lokasi untuk dipilih sebagai lokasi pembangunan sekolah tersebut. (DS/02)

