Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai mematangkan langkah penataan kota secara terpadu sebagai upaya memperkuat wajah perkotaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta meningkatkan kualitas ruang publik. Salah satu kawasan yang diproyeksikan menjadi ikon baru daerah adalah Saliper Ate, yang direncanakan berkembang sebagai ruang publik produktif dan pusat aktivitas masyarakat.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang melibatkan para camat serta pemangku kepentingan terkait, bertempat di Aula Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Senin (5/1/2026).
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan bahwa penataan kota harus dilakukan secara terpadu, terencana, dan berkelanjutan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, penataan kawasan perkotaan tidak boleh dilakukan secara parsial atau sektoral.
“Penataan kota ini tidak boleh parsial. Kita ingin wajah Kota Sumbawa tertata rapi, bersih, dan hidup, sekaligus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM. Karena itu, diperlukan sinergi semua perangkat daerah, camat, dan pemangku kepentingan agar pelaksanaannya benar-benar optimal,” tegasnya.
Ia menjelaskan, penataan kota dirancang menyasar kawasan-kawasan strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Fokusnya tidak hanya pada aspek estetika, tetapi juga pada penguatan sektor ekonomi, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kebersihan lingkungan, serta pengembangan ruang publik yang ramah dan inklusif.
Dalam rapat tersebut disampaikan, penataan akan mencakup tiga fokus utama, yakni kawasan pusat perbelanjaan, kawasan pedagang rombong, serta penguatan ekonomi kreatif yang berada di bawah koordinasi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKMIndag). Pemerintah berharap, penataan ini mampu menciptakan ruang usaha yang lebih tertib, nyaman, dan berdaya saing.
Persoalan kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian serius, terutama penanganan selokan dan drainase di kawasan perkotaan. Untuk itu, sejumlah dinas teknis dilibatkan secara langsung, sementara para camat dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal dan memastikan penataan wilayah di kecamatan masing-masing berjalan efektif.
Sejumlah ruang publik yang menjadi fokus pengembangan antara lain Taman Kerato, Taman Unter Iwes, serta kawasan Saliper Ate. Kawasan Saliper Ate bahkan diproyeksikan sebagai ikon baru Kabupaten Sumbawa.
“Kawasan Saliper Ate kita dorong menjadi ikon baru Kabupaten Sumbawa. Tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menjadi ruang publik yang produktif, tempat tumbuhnya UMKM, kreativitas anak muda, serta aktivitas seni dan hiburan yang terjadwal,” ujar Wabup.
Pemerintah daerah merencanakan penyelenggaraan konser dan berbagai kegiatan hiburan secara rutin, khususnya pada malam akhir pekan. Kegiatan ini diharapkan mampu menghidupkan kawasan Saliper Ate sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Sementara itu, Taman Unter Iwes dan Taman Kerato direncanakan akan ditata secara terintegrasi. Penataan tersebut meliputi pembangunan jogging track serta penataan area UMKM agar lebih representatif, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.
Peran camat, khususnya Camat Sumbawa, juga dinilai penting dalam mendukung rencana penataan kawasan stadion. Kawasan ini sebelumnya telah digagas sebagai pusat pariwisata berbasis alam, kepemudaan, dan olahraga, dan ke depan akan dilengkapi dengan tambahan fasilitas olahraga guna menunjang aktivitas masyarakat.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menetapkan dua sasaran prioritas penataan, yakni penataan pot dan bunga di sepanjang jalan protokol Kecamatan Sumbawa serta penataan jalan protokol di tingkat kabupaten. Pemerintah menilai, apabila dua sasaran ini berjalan optimal, wajah Kota Sumbawa akan terlihat lebih rapi dan mendukung pelaksanaan Gerakan Sumbawa Unggul sejak awal tahun.
Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, Pemkab Sumbawa juga akan melibatkan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) serta tenaga paruh waktu. Langkah ini dilakukan agar program penataan tidak mengganggu kinerja aparatur sipil negara (ASN), dengan pembagian tugas sesuai fungsi masing-masing.
Dalam rapat tersebut turut dibahas rencana pembangunan lanjutan yang membutuhkan dukungan anggaran cukup besar, termasuk penyiapan desain dan proposal yang akan diajukan ke pemerintah pusat. Salah satu peluang pendanaan yang dibidik berasal dari Kementerian Kebudayaan dengan kisaran anggaran Rp5 hingga Rp10 miliar, meski tidak termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Selain itu, seluruh perangkat daerah didorong untuk aktif menyiapkan proposal pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, infrastruktur, hingga sektor lainnya, guna memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan, keberhasilan program penataan kota terpadu ini membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat, dunia usaha, dan organisasi sosial. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah dan mewujudkan visi Sumbawa Unggul.
Rapat koordinasi ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk memberikan masukan konstruktif serta berperan aktif dalam mendukung agenda penataan dan pembangunan Kabupaten Sumbawa ke depan. (DS/02)

