Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggandeng PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMMAN) untuk merevitalisasi gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di kawasan Labuhan Sumbawa. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelatihan kerja agar lebih representatif dan mampu menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja daerah.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, H. Varian Bintoro, S.Sos., M.Si., dalam keterangan persnya, Rabu (7/1/2026). Ia menjelaskan bahwa revitalisasi gedung BLK Labuhan Sumbawa telah diusulkan untuk dilaksanakan pada tahun 2026 dengan nilai anggaran yang diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.
“Program revitalisasi gedung BLK di Labuhan Sumbawa ini sepenuhnya dibiayai oleh PT AMMAN. Beberapa waktu lalu, tim teknis dari PT AMMAN juga telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei lokasi,” ujar H. Varian Bintoro.
Menurutnya, hasil survei tersebut menjadi dasar penyusunan rencana teknis pembangunan fisik gedung BLK. Ia berharap, seluruh tahapan persiapan dapat segera diselesaikan sehingga pekerjaan konstruksi dapat mulai dilaksanakan dalam tahun 2026.
Revitalisasi BLK Labuhan Sumbawa ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas pelatihan yang lebih modern, aman, dan nyaman. Dengan demikian, BLK dapat berfungsi secara optimal dalam menunjang berbagai program pelatihan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal, baik untuk kebutuhan industri dalam negeri maupun pasar kerja luar negeri.
“Ke depan, keberadaan gedung BLK yang lebih representatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Sumbawa. BLK akan menjadi pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja yang siap bersaing,” katanya.
Selain rencana revitalisasi BLK, H. Varian Bintoro juga mengungkapkan bahwa Disnakertrans Kabupaten Sumbawa baru-baru ini menerima kunjungan dan melakukan koordinasi dengan perwakilan sebuah perusahaan pengerah tenaga kerja. Perusahaan tersebut berencana membuka rekrutmen calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui jalur formal ke Jepang dengan kuota mencapai 1.000 orang.
Menurutnya, perusahaan dimaksud juga menyatakan kesiapan untuk membangun kantor sekaligus pusat pelatihan khusus di Kabupaten Sumbawa. Pusat pelatihan tersebut akan difungsikan untuk mempersiapkan calon PMI secara lebih matang sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
“Dengan adanya pusat pelatihan ini, calon tenaga kerja PMI yang dikirim ke Jepang benar-benar telah dibekali kemampuan dan keterampilan sesuai standar yang dibutuhkan, sehingga mampu bekerja secara profesional dan kompetitif,” jelasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pihak swasta, Pemkab Sumbawa berharap dapat memperluas akses pelatihan, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Gad)

