Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis seluruh proyek pembangunan fisik tahun 2025 dapat diselesaikan tepat waktu. Keyakinan ini disampaikan setelah hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan capaian progres yang dinilai sangat positif menjelang akhir November.
Kepala Bagian Pembangunan Setda Sumbawa, Khaeruddin, S.E., M.Si, menjelaskan bahwa progres kumulatif pekerjaan fisik yang ditangani berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah mencapai 86 persen. Dengan sisa waktu efektif hingga 20 Desember 2025, pemerintah daerah menilai target penyelesaian masih sangat realistis.
“Progres ini cukup bagus. Dengan waktu yang tersisa, kami yakin seluruh pekerjaan fisik dapat diselesaikan tepat waktu. Bahkan sejumlah proyek telah berada pada kisaran 80 hingga 100 persen, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap percepatan,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Salah satu proyek yang menunjukkan perkembangan signifikan adalah pembangunan jalan Maronge–Labuhan Sangor yang dibiayai APBD Perubahan 2025. Hingga kini, progresnya telah mencapai sekitar 80 persen dan terus bergerak sesuai jadwal pelaksanaan.
Selain itu, beberapa proyek yang sempat dinilai berisiko tidak selesai tepat waktu karena keterbatasan durasi, mengalami percepatan yang cukup baik. Termasuk penataan Taman Sabalong Samalewa di kawasan Boulevard Jalan Garuda, yang kini sudah memasuki tahap pemasangan material pabrikasi dan penataan lanjutan.
Khaeruddin menambahkan, progres pekerjaan pada penataan Simpang Sernu dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa seluruh rangkaian proyek dapat dituntaskan sebelum batas waktu.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah meminta semua pihak yang terlibat menjaga ritme kerja, memastikan kualitas hasil, serta mengutamakan aspek keselamatan dan akuntabilitas dalam setiap proses pembangunan.
“Harapan kami, seluruh proyek yang sedang berjalan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Kualitas, kecepatan, dan keselamatan harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (DS/02)

