Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA— Pembangunan sarana dan prasarana Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap II di Desa Labuhan Sangoro, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa, menunjukkan progres positif. Hingga pertengahan April 2026, capaian fisik proyek tersebut telah mencapai sekitar 20 persen dan dinilai berjalan sesuai rencana.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, S.Pi., M.T., Kamis (16/4/2026), menyampaikan bahwa proyek strategis yang didanai pemerintah pusat dengan nilai anggaran sebesar Rp11.103.880.000 itu masih berada pada jalur yang tepat (on track).
“Secara umum, progres fisik di lapangan berjalan baik dan telah mencapai sekitar 20 persen. Pekerjaan masih sesuai dengan target yang direncanakan,” ujarnya.
Proyek pembangunan tersebut dilaksanakan oleh kontraktor PT Tolping Jaya dengan masa kerja selama 180 hari kalender menggunakan skema tahun jamak (multiyears) untuk periode 2025–2026.
Adapun lingkup pekerjaan meliputi pembangunan berbagai sarana dan prasarana pendukung kawasan nelayan. Di antaranya pekerjaan persiapan, dinding penahan tanah, shelter pendaratan ikan, pondasi gudang beku portabel, pondasi pabrik es portabel, area parkir, shelter cool box, kios pembekalan, bengkel nelayan, kantor pengelola, toilet umum, tangki air dan sumur bor, hingga penerangan kawasan.
Selain itu, pembangunan juga mencakup tempat pembuangan sampah, jalan lingkungan dan saluran drainase, gapura, pos jaga, pematangan lahan, pagar kawasan, balai pertemuan nelayan, fasilitas pemasaran ikan, serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berbasis bioteknologi.
Rahmat Hidayat menegaskan bahwa kelancaran pekerjaan didukung oleh ketersediaan tenaga kerja, peralatan, serta material yang telah berada di lokasi proyek. Meski demikian, pelaksanaan pekerjaan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan berbagai potensi kendala di lapangan.
“Seluruh sumber daya pendukung sudah tersedia di lokasi. Namun demikian, pelaksanaan tetap mengutamakan keselamatan kerja dengan menerapkan standar K3, serta mengantisipasi faktor cuaca dan pasang air laut,” jelasnya.
Untuk menjaga percepatan progres, pihak pelaksana juga melakukan penyesuaian jam kerja, termasuk penambahan shift malam. Langkah ini dilakukan guna memastikan proyek dapat diselesaikan tepat waktu sesuai kontrak. (DS/02)

