Pemda Sumbawa Dukung Budidaya Udang Berkelanjutan

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA– Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan program percontohan budidaya udang tradisional plus tenaga surya yang terintegrasi dengan ekosistem mangrove. Program tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2026–2027 dan dipusatkan di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa.

Program ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Pusat melalui Balai Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) IEF–Indonesia Environment Fund, PT Venambak Kail Dipantara Jakarta sebagai penyedia teknologi, NGO WWF (World Wildlife Fund), serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, S.Pi., M.T., dalam keterangan pers di ruang kerjanya, Jumat (6/2/2026), mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memberikan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan program tersebut dan telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera menindaklanjutinya.

“Dalam hal ini, DKP Sumbawa telah mengirim surat resmi mendukung penuh atas rencana dari program tesebut langsung kepada founder dan CEO PT Venambak Kail Dipantara Jakarta pada akhir Desember 2025 lalu, dan saat ini tinggal menunggu rekomendasi dari Gubernur NTB,” ungkap Dayat, sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, budidaya udang tradisional plus tenaga surya yang terintegrasi dengan mangrove dan nursery ponds merupakan inisiatif baru dalam pengembangan budidaya udang cerdas iklim. Program ini dinilai mampu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) udang sekaligus menekan emisi karbon yang selama ini dihasilkan dari penggunaan mesin berbahan bakar fosil.

“Adapun intervensi kegiatan yang akan dilakukan meliputi perbaikan kualitas benur yang akan ditebar melalui tahapan nursery ponds, perbaikan SOP budidaya udang tradisional, penggunaan energi surya untuk teknologi aerasi, pompa, pelontar pakan yang dikembangkan PT Venambak Kail Dipantara, untuk kolam pembesaran maupun kolam nursery. Serta penggunaan biofiltrasi karbon biru (mangrove/rumput laut) di area tandon,” papar Dayat.

Lebih lanjut, Dayat menyampaikan bahwa program percontohan budidaya udang plus tenaga surya terintegrasi nursery pond area Sumbawa ini memanfaatkan energi terbarukan dengan pengembangan benur udang berukuran Pos Larva (PL) 8–10. Benur tersebut akan dipelihara selama sekitar 25 hari sebelum didistribusikan kepada petambak rakyat.

Benur hasil pengembangan tersebut, lanjutnya, nantinya akan diberikan secara gratis kepada petambak plasma untuk dikembangkan lebih lanjut, dengan ketentuan adanya kerja sama dalam penanaman mangrove sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan pesisir.

Dayat juga menambahkan bahwa lokasi pelaksanaan program percontohan tersebut akan dipusatkan di tambak udang milik Pemerintah Kabupaten Sumbawa seluas dua hektare yang terletak di Dusun Omo, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, dengan mekanisme pinjam pakai lahan. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts