Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Pembangunan fisik Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Labuhan Sangoro Kecamatan Maronge, resmi dimulai. Program tahap kedua tahun 2025/2026 ini menyerap anggaran pemerintah pusat sebesar Rp 11.103.880.000 dan dilaksanakan dengan sistem multi years atau tahun jamak.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, S.Pi., M.T, Jumat (2/1/2025), menjelaskan bahwa dimulainya pembangunan KNMP di Labuhan Sangoro merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya dilaksanakan di Desa Pulau Bungin Kecamatan Alas.
“Untuk KNMP tahap pertama di Desa Pulau Bungin, progres fisiknya saat ini telah mencapai 85,54 persen dan optimis dapat dituntaskan pada Januari 2026. Selanjutnya, Desa Labuhan Sangoro mendapatkan program KNMP tahap kedua dengan nilai anggaran lebih dari Rp 11 miliar dan kegiatan lapangan telah dimulai,” ungkap Rahmat Hidayat.
Ia menjelaskan, sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan oleh rekanan kontraktor pelaksana, PT Tolping Jaya, terlebih dahulu dilakukan serah terima lapangan. Kontrak pekerjaan ditetapkan mulai 19 Desember 2025 hingga Juni 2026 dengan durasi pelaksanaan selama 180 hari kalender.
“Pelaksanaan pembangunan menggunakan sistem multi years, sehingga pekerjaannya berkelanjutan lintas tahun anggaran,” jelas Dayat, aktabnya disapa.
Dayat menambahkan, berdasarkan informasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP-RI), pada tahun 2025 terdapat 35 wilayah di seluruh Indonesia yang ditetapkan sebagai penerima program KNMP. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, hanya tiga lokasi yang terpilih, yakni Desa Labuhan Sangoro, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa, Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, serta Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
Untuk dapat memperoleh program KNMP, lanjut Dayat, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh daerah pengusul. Di antaranya adalah ketersediaan lahan minimal seluas 5.000 meter persegi hingga satu hektare, idealnya berada dekat dengan garis pantai. Selain itu, aspek topografi lahan, potensi nelayan, serta jumlah kapal penangkap ikan juga menjadi pertimbangan utama.
Adapun lingkup pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana pendukung KNMP di Desa Labuhan Sangoro cukup luas. Pekerjaan tersebut meliputi persiapan lahan, pembangunan dinding penahan tanah, shelter pendaratan ikan, pondasi gudang beku portabel, pondasi pabrik es portabel, area parkir, shelter cool box, kios pembekalan, bengkel nelayan, kantor pengelola, toilet umum, tangki air dan sumur bor, penerangan kawasan, tempat pembuangan sampah, bangunan gebetan, jalan lingkungan dan saluran, gapura, pos jaga, levelling lahan, pagar kawasan, balai pertemuan nelayan, bangunan pemasaran ikan, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Biotech.
“Pembangunan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kawasan perkampungan nelayan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” tegas Dayat.
Sementara itu, untuk program KNMP tahap ketiga tahun 2026, DKP Kabupaten Sumbawa masih menunggu dibukanya pendaftaran resmi dari pemerintah pusat. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan sejumlah calon lokasi desa yang dinilai memenuhi persyaratan untuk kembali diusulkan sebagai penerima program tersebut. (DS/02)

