Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA- Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, memimpin langsung kegiatan Safari Menanam yang digelar di Kecamatan Lunyuk, Minggu (4/1/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sekaligus menegaskan komitmen perang terhadap praktik ilegal logging di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Safari Menanam tersebut diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, unsur TNI–Polri, jajaran KPH, serta masyarakat setempat. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam upaya pelestarian hutan dan lingkungan.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan tidak ada lagi ruang toleransi bagi pelaku perusakan hutan, khususnya praktik penebangan liar. Ia menyatakan bahwa siapa pun yang terbukti melakukan ilegal logging, akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Lunyuk ini akan terancam kering jika hutannya habis. Sudah bertahun-tahun hutan kita dirusak. Ini tidak boleh dibiarkan lagi,” tegas Bupati di hadapan peserta kegiatan.
Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam penghijauan dengan menanam dan merawat pohon-pohon produktif yang memiliki nilai ekonomi. Seperti sengon, kemiri, dan berbagai jenis tanaman buah. Menurutnya, penghijauan bukan hanya bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga dapat menjadi sumber penghidupan tambahan bagi masyarakat.
“Mari kita hijaukan kembali Sumbawa, selamatkan mata air kita, dan jaga masa depan anak cucu kita,” ajaknya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya peran camat, kapolsek, danramil, KPH, serta seluruh elemen masyarakat Lunyuk sebagai garda terdepan dalam menjaga kawasan hutan dari segala bentuk kerusakan. Pengawasan bersama dinilai menjadi kunci untuk mencegah terulangnya praktik perambahan hutan.
Sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan dan komitmen masyarakat, Bupati menyampaikan akan memberikan hadiah seekor sapi kepada pemilik lahan yang mampu memelihara dan merawat bibit pohon yang telah ditanam hingga tumbuh dengan baik. Langkah ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk tidak hanya menanam, tetapi juga menjaga keberlanjutan tanaman demi kelestarian lingkungan jangka panjang. (DS/02)

