Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA — Memasuki musim penghujan, masyarakat Kabupaten Sumbawa diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat. Dua penyakit yang paling banyak muncul pada periode ini adalah demam berdarah dengue (DBD) dan cikungunya, yang sama-sama ditularkan melalui gigitan nyamuk.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, S.KM., M.PH., mengatakan, berdasarkan pemantauan kasus dalam tiga tahun terakhir, tren penyakit DBD di Sumbawa selalu mengalami peningkatan sejak Oktober hingga Maret, seiring meningkatnya curah hujan.
“Jika dilihat dari data tiga tahun terakhir, setiap memasuki musim hujan, khususnya saat puncaknya, kasus DBD selalu meningkat,” ujar Sarip, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di genangan air bersih di sekitar lingkungan permukiman. Kondisi musim hujan yang menyebabkan banyaknya tempat penampungan air tidak tertutup menjadi faktor utama meningkatnya populasi nyamuk tersebut.
Sarip mengingatkan, penyakit DBD tergolong berbahaya dan dapat berujung pada kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Penderita yang terlambat mendapatkan perawatan berisiko mengalami perdarahan hebat hingga kegagalan organ.
Selain DBD, penyakit lain yang juga kerap muncul pada musim penghujan adalah cikungunya. Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes albopictus. Gejala utamanya berupa demam disertai nyeri sendi yang dapat menyebabkan kelumpuhan sementara pada penderitanya.
“Cikungunya memang tidak menyebabkan kematian, kecuali jika penderita memiliki penyakit bawaan lain. Namun, masyarakat sering kali merasa resah karena penderitanya tidak bisa bergerak akibat nyeri sendi yang cukup berat,” jelasnya.
Berbeda dengan DBD, penyakit cikungunya umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Penanganannya cukup dengan pengobatan sesuai gejala yang dialami penderita, seperti penurun panas dan pereda nyeri. Meski demikian, Sarip menegaskan, upaya pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.
Untuk meminimalisir risiko munculnya DBD dan cikungunya, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa terus mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan. Terutama dengan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Selain itu, melalui puskesmas di seluruh wilayah, Dinas Kesehatan juga memperkuat promosi kesehatan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pola hidup bersih dan sehat.
“Dalam hal ini, sudah ada Surat Edaran Bupati Sumbawa yang mengimbau semua pihak untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap Sarip.
Ia mengajak masyarakat untuk secara konsisten menerapkan perilaku 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, memanfaatkan kembali barang bekas, serta langkah tambahan seperti menggunakan kelambu dan obat anti nyamuk.
Dengan kesadaran bersama dan peran aktif masyarakat, Dinas Kesehatan berharap penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk selama musim penghujan dapat ditekan, sehingga derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Sumbawa tetap terjaga. (DS/02)

