Lokasi HAT Dipindahkan dari Serading ke Krekeh

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA— Rencana pembangunan fasilitas Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Kabupaten Sumbawa mengalami perubahan lokasi. Pemerintah pusat mengalihkan lokasi pembangunan yang sebelumnya ditetapkan di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, ke Desa Krekeh, Kecamatan Unter Iwes.

Perubahan tersebut terjadi setelah pembangunan fasilitas HAT di Serading sempat ditandai dengan peletakan batu pertama pada Februari lalu. Kini, lahan di Desa Serading tidak lagi menjadi lokasi pembangunan fasilitas tersebut.

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, membenarkan adanya pengalihan lokasi pembangunan HAT. Ia menyebut pemerintah daerah hanya menerima manfaat dari program tersebut, sedangkan keputusan terkait lokasi berada di tangan pemerintah pusat.

“Ya, jelas sudah dialihkan. Karena di Krekeh itu lahan Pemda, jadi nanti proses PKS-nya seperti apa, itu sedang penggodokan,” kata Suharmaji, Senin (31/8/2026).

Menurut dia, pemerintah daerah saat ini menyiapkan proses kerja sama terkait penggunaan lahan milik Pemda Sumbawa di Desa Krekeh. Pemerintah daerah masih menggodok bentuk perjanjian kerja sama (PKS) yang akan menjadi dasar pemanfaatan lahan tersebut.

Lahan yang disiapkan di Desa Krekeh memiliki luas sekitar 8 hingga 10 hektare. Namun, pemerintah daerah belum dapat memastikan fasilitas apa saja yang nantinya berdiri di atas lahan tersebut.

Suharmaji mengatakan desain pembangunan fasilitas HAT saat ini masih berada dalam tahap persiapan. PT Berdikari sebagai pelaksana program sedang menyusun feasibility study (FS) dan Detail Engineering Design (DED).

“Kita tinggal menunggu kapan proses selanjutnya,” ujarnya.

PT Berdikari merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang menangani pelaksanaan program tersebut. Suharmaji menjelaskan, pelaksanaan kegiatan oleh BUMN seperti PT Berdikari umumnya menggunakan sistem tahun jamak.

Karena itu, pemerintah daerah masih menunggu tahapan lanjutan setelah proses FS dan DED selesai. Hasil kedua dokumen tersebut nantinya menjadi acuan dalam menentukan rancangan pembangunan fasilitas di lokasi baru.

Pemindahan lokasi juga telah ditindaklanjuti PT Berdikari. Direktur Operasional PT Berdikari telah meninjau langsung lokasi di Desa Krekeh hampir sebulan lalu.

Peninjauan tersebut dilakukan setelah pemerintah pusat mengarahkan lokasi pembangunan HAT ke lahan milik Pemerintah Daerah Sumbawa. Pemerintah daerah kemudian menyiapkan lahan sekaligus menggodok mekanisme kerja sama pemanfaatannya.

Sementara itu, lokasi awal di Desa Serading sebelumnya telah dipersiapkan untuk pembangunan fasilitas HAT. Bahkan, peletakan batu pertama pembangunan telah berlangsung pada Februari lalu sebagai penanda dimulainya proyek tersebut.

Namun, perkembangan terbaru mengubah rencana tersebut. Desa Krekeh kini menjadi lokasi yang disiapkan untuk pembangunan HAT, dengan luasan lahan sekitar 8 hingga 10 hektare.

Suharmaji mengatakan pemerintah daerah belum dapat menjelaskan secara rinci bentuk fasilitas yang akan dibangun di lokasi baru tersebut. Pemerintah masih menunggu hasil FS dan DED yang disusun PT Berdikari.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak menentukan sendiri jenis maupun bentuk fasilitas yang akan dibangun. Pemerintah pusat bersama PT Berdikari akan mengacu pada hasil kajian dan desain teknis sebelum menentukan tahapan pembangunan berikutnya. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts