Integrasi Hilirisasi Ayam di Sumbawa Disiapkan

Dinamikasumbawa.com

SUMBAWA- Setelah ground breaking, rencana integrasi pembangunan industri ayam terpadu di wilayah Serading di Kabupatenn Sumbawa terus disiapkan. Proyek ini bertujuan mengintegrasikan seluruh rantai produksi, mulai dari pembesaran ayam, penyediaan pakan, hingga pengolahan lanjutan dalam satu kawasan. Sehingga dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi industri unggas di daerah.

Asisten II Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, menjelaskan, pengembangan industri ayam terpadu ini masih menunggu hasil studi kelayakan (Feasibility Study/FS) yang tengah dilakukan oleh tim Kementerian Pertanian melalui konsultan yang ditunjuk. Hasil studi ini akan menjadi dasar keputusan terkait tata letak kawasan dan integrasi pabrik pakan serta fasilitas pengolahan lanjutan.

“Nanti kita tinggal melihat hasil FS dari tim Kementerian Pertanian. Konsultan yang ditunjuk akan menilai apakah di lokasi 23 hektare itu industri ayam bisa terintegrasi dengan pakan dan pengolahan lanjutan. Saat ini kita menunggu hasil FS,” jelas Suharmaji, Rabu (11/2/2026).

Ia menegaskan, penunjukan Serading sebagai lokasi industri ayam tidak otomatis berarti seluruh fasilitas terpadu akan dibangun di sana. Hasil FS akan menentukan apakah lahan ini mampu menampung seluruh aktivitas hulu-hilir, atau hanya sebagian dari industri.

“Bukan berarti karena ditunjuk lokasi Serading, semuanya sudah pasti. Kita ingin memanfaatkan lahan secara optimal. Bapak Presiden menginginkan hulu-hilir industri ayam itu bisa terkonsolidasi dalam satu kawasan,” ujar Suharmaji.

Salah satu pertimbangan utama pengembangan industri terpadu ini adalah efisiensi biaya. Selama ini, pakan ayam masih banyak bergantung pada pasokan dari Jawa, sehingga meningkatkan biaya produksi peternak lokal. Dengan integrasi industri ayam dan pabrik pakan di satu lokasi, diharapkan biaya produksi dapat ditekan dan kemandirian industri unggas Kabupaten Sumbawa meningkat.

“Tidak menutup kemungkinan akan ada pabrik pakan di kawasan ini. Kita ingin satu lokasi itu bisa menampung ayam, pakannya, dan pengolahan lanjutan. Jadi tidak perlu bergantung ke luar daerah,” kata Suharmaji.

Rencana integrasi industri ayam ini sejalan dengan program pemerintah pusat untuk memperkuat sektor peternakan nasional melalui pengembangan kawasan hulu-hilir terpadu. Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu dari 12 kabupaten/kota di Indonesia yang mendapat kesempatan mengembangkan proyek percontohan ini.

Menurut Suharmaji, integrasi industri ayam ini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi peternak dan pelaku usaha, tetapi juga membuka peluang kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (DS/02)

Articles You Might Like

Share This Article

Get Your Weekly Sport Dose

Subscribe to TheWhistle and recieve notifications on new sports posts