Dinamikasumbawa.com
SUMBAWA– Pemerintah Kabupaten Sumbawa meningkatkan koordinasi lintas sektor menyusul meningkatnya kasus HIV/AIDS di wilayah ini. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan bahwa langkah pencegahan harus dilakukan secara terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan hingga tingkat desa.
Dalam keterangannya, Wabup Ansori menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan aparat penegak peraturan daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta jajaran pemerintah di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa. Langkah ini diharapkan mampu menekan laju penyebaran HIV/AIDS yang selama ini menjadi perhatian serius pemerintah.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif agar langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Peran semua pihak sangat penting agar kasus ini tidak meluas,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Ansori menekankan, penguatan pengawasan dan penertiban terhadap aktivitas berisiko menjadi bagian dari strategi pemerintah. Namun, ia menegaskan bahwa edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi prioritas utama agar masyarakat memahami bahaya HIV/AIDS serta cara pencegahannya.
“Pendekatan pencegahan tidak hanya bersifat represif. Kami juga mengedepankan edukasi, pembinaan, dan pendampingan, sehingga masyarakat bisa lebih sadar dan terlindungi,” katanya.
Pemerintah daerah mendorong aparat terkait untuk mengambil langkah antisipatif sesuai kewenangan masing-masing. Pendekatan persuasif dan berbasis pembinaan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya di desa-desa yang menjadi titik rawan penyebaran.
Para pemerhati kesehatan masyarakat mengingatkan bahwa penanggulangan HIV/AIDS perlu dilakukan secara komprehensif, termasuk peningkatan akses layanan kesehatan, pemeriksaan dini (tes HIV), dan pendampingan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Mereka menekankan pentingnya pendekatan tanpa stigma agar program pencegahan efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Pemkab Sumbawa memastikan akan terus memantau perkembangan kasus dan memperkuat sinergi lintas sektor. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan angka penularan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS secara tepat dan berkelanjutan. (DS/02)

